kalender.jpegPengetahuan tentang waktu shalat sangatlah penting karena kita diwajibkan untuk shalat diwaktu yang telah ditentukan. Apabila kita melakukan shalat diluar waktu yang ditentukan maka shalat kita tidak sah karena dalam Islam ada ibadah yang diatur cara dan waktunya yang salah satunya adalah shalat. Lebih jelas lagi dengan firman Allah swt dalam Al-Qur’an yang berbunyi, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktu-waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103).

Setelah kita tahu bahwa shalat telah ditentukan waktunya maka muncul pertanyaan, kapankah waktu shalat itu? Dewasa ini sudah sangat banyak sekali yang membuat jadwal waktu shalat. Dari mulai pemerintah sampai organisasi Islam pun membuat jadwal waktu shalat. Perkiraan waktunya pun bagi kita yang sering melakukan shalat sudah hafal. Shalat shubuh sekitar jam 4 sampai jam 5, shalat dzuhur jam stengah 12 sampai jam 12 lebih, shalat ashar sekitar jam setengah 3 sampai jam stengah 4, shalat maghrib sekitar jam setengah 6 sampai jam 6 dan shalat isya dari shalat jam setengah 7 sampai jam tujuh lebih. Waktu-waktu tersebut hanya berlaku di Indonesia, berbeda negara tentu berbeda juga waktunya. Bahkan Indonesia dibeberapa daerah pun berbeda. Perkiraan jam itu adalah perkiraan jam shalat di Jawa Barat.

Selain mengetahui waktu shalat kita harus mengetahui tentang akhir waktu shalat. Fungsinya untuk mengetahui apakah kita masih bisa melakukan shalat atau tidak diwaktu tertentu. Misalnya ketika kita dalam keadaan safar waktu menunjukkan pukul setengah 12, karena sebentar lagi masuk waktu dzuhur maka dalam perjalanan kita mulai mencari masjid.  Setelah pencarian dilakukan ternyata kita menemukan masjidnya jam setengah 3. Dan kita tahu bahwa jadwal shalat ashar saat ini sekitar setengah 3 an. Oleh karena itu kita menunda untuk shalat dzuhur dan menanti shalat ashar saja karena orang yang dalam keadaan safar memiliki keringanan untuk menjama’ dan qashar shalat.

Untuk shalat shubuh batasnya adalah syurq atau terbitnya matahari, shalat dzuhur, ashar dan maghrib batasnya adalah menjelang waktu shalat berikutnya. Yang sering menjadi permasalahan adalah batas shalat waktu isya, kapankah itu? Pertama kita bahas dulu kapankan shalat waktu isya berdasarkan dalil.

Ditemukan dalam QS. Al-Isra ayat ke 78 yang menyatakan bahwa waktu shalat isya ditandai dengan mulai memudarnya caha merah (asy-syafaq al-ahmar) di bagian langit sebelah barat, yaitu tanda masuknya gelap malam. Peristiwa ini dalam falak ilmiy dikenal sebagai akhir senja astronomi (astronomical twilight). Pada saat itu matahari berkedudukan 18 derajat dibawah ufuk (horizon) sebelah baratu atau bila jarak zanit matahari = 108 derajat.

kalenderrUntuk akhir shalat isya sampai sekarang masih banyak perdebatan antar para ulama. Ada yang mengatakan bahwa akhir shalat isya adalah menjelang waktu shubuh namun ada juga ulama yang mengatakan bahwa akhir shalat isya merupakan tengah malam dan ada juga ulama yang mengatakan shalat isya berakhir pada jam yang sama dengan waktu shalat dzuhur.

Dari ketiga pendapat tersebut yang paling masuk akal dan hati-hati adalah pendapat ketiga. Kenapa pendapat ketiga? Mari kita simak argumen aku kenapa lebih memilih pendapat ketiga,

  1. Pendapat kesatu kalau benar enak sekali karena waktu shalat isya sangat panjang namun pendapat kesatu tidak hati-hati. Kalau misalkan pendapat kesatu benar kita aman tapi kalau pendapat kesatu salah gimana? Jadi menurut aku pendapat kesatu tingkat kehati-hatiannya kurang.
  2. Pendapat kedua sebenarnya tidak masuk dalam pendapat aku karena dalam Islam yang aku tahu tidak mengenal yang namanya tengah malam. Kalau dimasehi sangat dikenal yang namanya tengah malam karena pergantian hari dalam masehi adalah tengah malam yaitu pukul 24.00. Nah karena dalam islam yang menjadi dasar pergantian hari adalah maghrib aku fikir tengah malam ini keliru.
  3. Pendapat ketiga adalah yang paling kuat menurut aku karena secara logika yang benar adalah tengah malam namun tengah malam yang mana? Yang namanya shalat dzuhur itu sama berada disekitaran jam dua belas. Nah berarti analogi yang tepat menurut aku bukan kepada pergantian hari dalam masehi tapi disamakan dengan waktu shalat dzuhur. Sebenarnya ada dalil-dalil yang khusus membahas hal ini tapi aku memilih untuk tidak membahasnya disini. Jadi aku memilih pendapat ketiga ini dengan alasan dalil dan penjelasan ulama juga.

Mungkin sedikit kalender di Indonesia yang mencantumkan akhir waktu Isya tapi ada beberapa kalender yang aku tahu yang mencantumkan akhir waktu isya. Salah satunya adalah almanak Persatuan Islam yang mencantumkan bukan hanya waktu syurq melainkan waktu akhir shalat isya. Sekarang setelah kita tahu akhir waktu shalat isya, masih mau tidur sebelum shalat isya?