253-islam-kemerdekaan

Majalah: Risalah

Edisi: No. 5 Th. 46 Sya’ban 1429/Agustus 2008

Penerbit: Yayasan Risalah Press

Kota: Bandung

ISSN: 0215-1557

Halaman: 84 halaman

Harga: Rp. 8.500

 

Bulan Agustus 2008 adalah waktu dimana harga majalah naik dari 7.500 menjadi 8.500. Bukan masalah jika kita punya Allah yang maha kaya.

  • Dzikra: Ketika Kemerdekaan Tiba. Ayat yang dibahas cukup banyak yaitu tiga ayat yang berada di surah An-Nashr dari ayat 1 sampai dengan ayat 3. Surah yang sering kita baca tentunya dalam shalat.
  • Fikrah: ICG dan Issu Terorisme. ICG singkatan dari International Crisis Group yang merupakan sebuah organisasi non-pemerintah, nirbala internasional yang misinya mencegah dan menyelesaikan konflik berbahaya melalui analisis berdasar medan dan advokasi tingkat tinggi.
  • Alas Kata: Zakat untuk Teroris? Wawan Purwanto seorang doktor mencurigai dana-dana zakat yang dikumpulkan oleh lembaga-lembaga amil zakat, digunakan untuk tujuan terorisme.
  • Istifta: permasalahan yang dibahas yaitu cara membagikan daging ‘aqiqah, apakah abu thalib seorang muslim dan wanita memakai parfum.
  • Tafsir Al-Qur’an: pembahasan ayat yang sama dengan edisi sebelumnya yaitu ayat 272 surah Al-Baqarah dengan judul Infaq kepada Kerabat Faqir Kafir.
  • Syahrul Hadits: Ta’at Hanya dalam Ma’ruf. Hadits pendek yang berasal dari kitab Bukhari, Muslim, Abi Dawud, An-Nasa’I dan Ahmad.
  • Ahsin Khuluqi: Nasihat Bijak Menta’dib Anak. Kebahagiaan anak adalah kebahagiaan orang tuda dan penderitaan anak adalah penderitaan orang tua. Oleh karena itu merupakan kewajiban orang tua untuk menta’din dan menta’lim anak-anaknya (mendidik dan mengajar).
  • Aqidah Salimah: ditulis oleh T. Romly Qomaruddien dengan judul Penyimpangan Teori dan Praktek Jama’ah.
  • Khutbah Jum’at: diisi oleh Ustadz Ikin Sodikin dengan judul Semua Agama Benar (?) Penjelasan yang sangat baik mengenai Alladzina amanu. Karena ada beberapa pihak yang salah mengartikan dari kata itu.
  • Minhaj: Syarat Mukallaf. Seorang yang belum Islam tidak dituntut kewajiban hukum syari’at Islam seperti shalat, shaum, zakat dan yang lainnya sampai ia memeluk Islam terlebih dahulu.
  • Nusantara Islami: Pohon Kurma yang Istimewa. Pembahasan mengenai gambar-gambar istimewa dari kurma dan pohon kurma.
  • Alam Islami: menurunkan berita dengan judul-judul Mesjid Biru di Amerika, Jalur KA Tengah Dikerjakan dan Mas’a Baru Sa’i Kian Mudah.
  • Tsaqafah: ada empat tulisan dalam tsaqafah edisi kali ini. Pertama yaitu Kembali ke Sitem Dinar yang ditulis oleh Kurniawan Nurdin. Kedua yaitu Pemudi Persis Sukses Gelar Silatnas III yang ditulis oleh Ela Yadin. ketiga yaitu A. Hassan Award For Young Writer yang ditulis oleh Tiar Anwar. Keempat dari Latief Awaludin yang berjudul Trend Pemikiran Islam Madzhab Ciputat.
  • Baiti Jannati: ditulis oleh Titin Nurhayati Ma’Mun yang menulis artikel berjudul Berkeluarga adalah Memelihara Amanah.
  • Bunayya: membahas masalah usia yang belum tujuh tahun ingin masuk SD. Namun karena anaknya bisa lolos dalam tes maka siswa tersebut boleh masuk SD.
  • Maqalah: Judulnya adalah Mengingatkan Kembali Kolonialisasi yang ditulis oleh Hilman Fauzi.

Masih dengan kebiasaan dulu yaitu tulisan pertama sama dengan judul kajiam utama. Dalam tulisan pertama ini dijelaskan mengenai Islam sangat mendorong kemerdekaan, dan umat Islam merealisasikan dorongan itu dalam wujud yang nyata berupa perjuangan kemerdekaan.

Tulisan kedua berjudul Islam Melawan Penjajahan. Dalam sejarahnya, Indonesia diajarkan untuk melawan penajajahan oleh Islam. Serentetan tokoh Islam berada di garda paling depan dalam riwayat penentangan terhadap penjajahan.

Berikutnya berjudul Piagam Jakarta Sebuah Konsensus Kemerdekaan yang Dilupakan. Dalam tulisan ini dijelaskan bahwa sebagian besar bangsa ini melupakan status piagam Jakarta. Bahkan sebagiannya lagi malah mengingkarinya sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

Wawancara untuk kajian utama yaitu dari Ahmad Mansur Soeryanegara yang merupakan guru besar Universitaas Padjadjaran yang menyebutkan Islam Membebaskan Negeri Ini dari Penjajahan.

Terakhir berjudul Ada Apa dengan M. Natsir? M Amin Djamaludin memberikan komentar mengenai M. Natsir, “Saya sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan sosok luar biasa beliau ini. Saya rasa semua gambaran tentang Pak Natsir sudah sangat Jelas.” Bahkan dalam salah satu sub judulnya dituliskan Pahlawan Tidak Ada Cacat (?)

Demikian ulasan mengenai Risalah edisi bulan Agustus 2008. Semoha bermanfaat. Aaamin.

Untuk yang pengen tau lebih lengkap mengenai resensi buku, bisa dicek di blog aku yang lain yang khusus untuk membahas mengenai buku di https://pustakabinekas.wordpress.com/