nikah.jpegNikah. Perkara ini sangat sering dijadikan bahan pembicaraan diawal pertemuan kita dengan saudara jauh, orang yang baru kenal atau orang yang sangat dekat sekali dengan kita. Malah kalau kita termasuk diantara orang-orang yang tergolong “tua” dan belum menikah pertanyaan kapan nikah itu seringkali terlontar.

Aku bukan expert dalam hal pernikahan. Sampai saat ini aku masih belajar bagaimana membina rumah tangga yang sakinah mawaddah marahmah. Tulisan aku ini hanya ingin berbagi tentang alasan aku menikah muda. Ketika aku menikah umur aku masih 23 tahun. Untuk seorang laki-laki umur 23 tahun termasuk umur masih belia untuk melangsungkan pernikahan. Tapi aku memilih menikah karena beberapa alasan yang aku bakal ungkapkan dalam tulisan ini.

Pertama, ingin menghentikan dosa. Menyesal rasanya berpacaran. Apalagi aku sebenarnya tau bahwa pacaran itu dosa dan haram dilakukan. Oleh karena itu aku ingin bertaubat dan ingin mengentikan dosa itu dengan cara menikah. Bagi temen-temen yang pacaran segera tentukan pilihan deh, nikahin dia atau putusin dia? Ini bukan pertanyaan biasa loh yah tapi pertanyaan yang datangnya dari Allah yang cemburu kalau hamba-Nya melakukan dosa.

menikah.jpegKedua, ingin menyempurnakan separuh agama. Alasan kedua ini murni karena ada perintah untuk menikah jadi sebagai orang yang sedang berusaha menjadi muslim yang benar aku mengikuti ajaran-ajaran yang bisa aku lakukan saat ini. Hadits yang sangat terkenal menyebutkan Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamnya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dan dishahihkan oleh Al-Bani).

Ketiga, mendapatkan pahala. Ketika kita menikah maka banyak sekali ladang pahala yang bisa kita lakukan. Seorang istri besar sekali pahalanya ketika melayani seorang suami. Suami pun demikian, banyak sekali pahalanya kalau dia memberikan nafkah kepada istri dan anaknya. Bukan hanya itu ketika kita bercanda, cium, peluk, dan berhubungan badan pun itu pahala! Banyak sekali dosa aku jadi semoga aja pahala yang aku dapatkan pas menikah bisa menghapuskan dosa-dosa yang aku lakukan yang lalu maupun yang sekarang.

Keempat ingin membuktikan janji Allah bahwa orang yang menikah itu diberikan rezeki. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan kepada aku untuk bisa menyelesaikan master aku dibidang akuntansi. Dikarenakan aku seorang master akuntansi, perhitungan masalah uangnya sangat detail dan setelah aku bulak balik pemasukan dan pengeluaran aku selalu minus. Ini yang jadi masalah terberat aku yang sangat matematis untuk menerima janji dari Allah swt. Tapi Alhamdulillah aku bisa meyakinkan diri aku untuk lebih mempercayai hitungan Allah dibandingkan hitungan akuntansi aku. Dalil bahwa ketika kita menikah akan diberikan rizki adalah firman Allah swt QS. An-Nuur ayat 32 yang berbunyi “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaku dan hamb-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah maha luas (pemberian-Nya).” Sampai bulan kesebelas aku menikah aku percaya bahwa Allah memberi rezeki kepada keluarga kecil aku dengan rezeki yang banyak.

Sebenarnya ada beberapa alasan lagi kenapa aku ingin menikah tapi karena aku tidak mau menulis diblog ini terlalu panjang aku cukupkan sekian. Aku ingin menantang bagi kamu cowo-cowo yang masih pacaran, ada keberanian ga buat nikah? Bagi kamu cewe-cewe yang ngerasa udah shalehah, berani ga buat menawarkan diri kepada cowo saleh untuk menikahi kalian? Bukan aib menawarkan diri untuk dinikahi sama oran shaleh atau shalehah. Selamat menikah buat kamu!

Iklan