kiblat.jpegDibulan Desember begitu banyak kategori yang sudah aku tulis. Dibulan Januari nanti aku akan fokus membahas tentang kategori ACL sampai aku habis bahan tentang ACL. Kenapa begitu? Karena aku ingin lebih memperdalam mengenai ACL dan tentu setelah aku menguasai ingin segera dibagikan apa yang aku dapatkan dari ACL. Sekarang aku sedang menulis dikategori Islam jadi mari kita mulai.

Ketika kita hendak melaksanakan shalat maka yang harus kita lakukan adalah menghadap kiblat. Tentu setelah berwudhu dan memenuhi syarat yang lainnya. Ada hal yang ingin aku soroti yaitu menghadap kiblat. Aku sajikan dulu bagaimana bunyi hadits tersebut. RIwayat ini datang dari Bukhari 1:104 dan Muslim 1:169 dimana Rasulullah saw bersabda “Jika kamu mendirikan shalat hendaklah menyempurnakan wudhu kemudian menghadap kiblat lalu bertakbirlah.”

Hadits diatas sebenarnya sangat umum sekali dan sudah banyak dilakukan oleh sebagian besar muslim. Namun yang menjadi pertanyaan kritis dari hadits diatas adalah apa yang harus dihadapkan kepada kiblat itu?

Aku disini ingin menjelaskan dengan argumen logika. Mungkin suatu saat nanti aku akan menjelaskan sesuatu dalam tinjauan ilmu namun untuk saat ini aku masih suka menjelaskan dengan pendekatan logika. Mari kita bahas.

Secara logika yang perlu dihadapkan kiblat itu adalah wajah kita karena ada firman Allah swt dalam Al-Qur’an yang berbunyi “Maka hadapkanlah wajahmu ke arat kiblat” (QS. Al-Baqarah: 144, 149, 150). Kesimpulan satu didapat yaitu yang wajib menghadap kiblat adalah wajah.

kiblatt.jpegLalu berikutnya apa yang harus dihadapkan kiblat? Agama itu tidak pernah memberatkan sehingga secara logika yang bisa dihadapkan kiblat adalah anggota tubuh yang bisa dengan sengaja dihadapkan kiblat. Kita tidak mungkin menghadapkan semua tubuh kita kearah kiblat karena ada bagian tubuh kita yang dibelakang. Jadi kita tidak bisa menghadapkan perut dan punggung kita kearah kiblat dalam waktu yang sama. Disebutkan tadi agama itu mudah jadi pasti yang bisa kita hadapkan kiblat maka kita hadapkan kiblat. Yang bisa dihadapkan kiblat adalah badan kita bagian depan, lengan, paha dan semua bagian yang sudah berada didepan sejejar dengan wajah kita. Tapi ada satu hal yang sangat sering terlewat untuk kita hadapkan kiblat yaitu bagian kaki kita.

Untuk kaki kita bisa mengatur arahnya mau itu kearah kiri, kanan atau kanan kiri. Nah khusus untuk kaki inilah yang sering orang terlupa. Jika kita kembali lagi kehadits yang aku sebutkan diatas maka seharusnya arah kaki itu adalah kearah depan atau kearah kiblat. Tapi kenyataanya gimana? Ada orang yang arah kakinya itu tidak lurus kedepan melainkan ada yang terbuka keluar dan ada juga yang masuk kedalam. Hal ini adalah keliru karena kita diperintahkan menghadap kiblat.

kiblattt.jpegAku pernah baca salah satu ulama mengatakan bahwa anggota badan yang diharuskan menghadap kiblat adalah anggota adan yang memungkinkan bisa kita hadapkan kearah kiblat. Beliau merincikan anggota tubuh mana saja yang bisa diarahkan. Inti pembicaraan kita kali ini adalah kaki. Apakah kaki bisa kita arahkan kearah kiblat?

Mungkin ada yang bilang bahwa kaki itu adalah refleks saja menghadap keluar atau kedalam tapi perlu kita ingat bahwa shalat itu memerlukan kesadaraan, persiapan dan kesiapan. jika kita tidak memperhatikan letak kaki kita mungkin itu salah satu tanda kalau kita tidak serius dalam shalat dan kemungkinan besar kita tidak khusyu karena pada dasarnya khusyu itu bisa didapat apabila kita selalu melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Aku kita argumen logikanya sudah cukup dan penjelasan akhir dari ulama harusnya membuat paham kita bahwa kaki kita termasuk anggota badan yang harus menghadap kiblat. Apakah kamu mau berubah?

Sekarang aku kasih kesimpulan diakhir paragraf ini. Yang aku tulis dari awal intinya adalah ketika kita melaksanakan shalat maka arah kaki kita jangan kita biarkan terbuka keluar atau masuk kedalam. Posisikan kaki kita lurus kearah kiblat dan jangan sampai ceroboh dirakaat kedua atau berikutnya kaki kita kembali keluar atau kedalam. Jika kita sangat memperhatikan hal kecil tentang ibadah kita pasti ada ganjaran khusus dari Allah dari perhatian detail kita.