Sekarang kita lanjut pembahasan tentang pajak kita. Materi yang akan kita bahas gak susah kok cuman bahas sifat pajak ini. Gak cuman orang, pajak juga punya sifat. Sifat pajak itu dibagi tiga yaitu sifat pajak berdasarkan jenisnya, sifat pajak berdasarkan instansi pemungutnya, sifat pajak berdasarkan objek dan subjek pajak. Nah sekarang kita bahas sedikit-sedikit tentang itu yaitu kita akan membahas sifat pajak berdasarkan jenisnya.

50

Ada dua hal yang akan kita bahas dalam sifat pajak berdasarkan jenisnya yaitu

  1. Pajak tidak langsung (indirect tax)
  2. Pajak langsung (direct tax)

Kalau dikuliah-kuliah pembahasan ini sangat sedikit sekali, kita harus segera menangkap apa arti dari pajak tidak langsung dan apa pajak langsung itu. Mungkin bagi kamu yang sangat cerdas hal ini sangat mudah sekali dipahami namun bagi kamu yang agak lemot atau main hape waktu kuliah tentang ini boleh disimak pembahasannya.

  1. Pajak tidak langsung (indirect tax)

Kalau kita lihat penjelasan di internet pasti kalian dapat penjelasan seperti berikut,

Pajak tidak langsung merupakan pajak yang hanya diberikan kepada wajib pajak bila melakukan peristiwa atau perbuatan tertentu. Sehingga pajak tidak langsung tidak dapat dipungut secara berkala, tetapi hanya dapat dipungut bila terjadi peristiwa atau perbuatan tertentu yang menyebabkan kewajiban membayar pajak.

Untuk penjelasannya begini. Aku akan kasih perumpamaan dulu deh biar kesananya bisa lebih gampang. Kalau misalkan kamu masuk jadi anggota mahasiswa pencinta alam pasti kalian harus bayar yang namanya iuran anggota. Kalian tidak akan ditagih iuran anggota mahasiswa pecinta alam kalau kalian bukan anggota. Nah pajak tidak langsung prinsipnya seperti itu. Kita tidak akan ditagih pajak atau diwajibkan membayar pajak kalau kita tidak melakukan sesuatu. Contoh lainnya yaitu kita harus membayar parkir kalau kita parkir dilapangan parkir basemant mall.  Kenapa kita harus membayar parkir? Karena kita sudah memakai lahannya untuk parkir mobil atau motor kita. Kalau kita parkir dirumah kita gak bakalan ditagih parkir. Ngerti kan? Contoh dalam pajaknya yaitu pajak pertambahan nilai. Kita gak bakalan dikenakan pajak pertambahan nilai atau PPN kalau kita tidak menjual atau membeli barang atau jasa kena pajak.

  1. Pajak langsung (direct tax)

Kalau pajak tidak langsung kita harus melakukan sesuatu dulu baru kewajiban pajak itu datang nah kalau pajak langsung itu kebaliknya. Kita gak ngapa-ngapain pun kita dikenakan pajak. Makanya kenapa biasanya dosen pajak ketika pertama kali masuk kelas dia akan bilang, dua hal dalam dunia ini yang tidak bisa dihindari. Pertama adalah kematian dan yang kedua adalah pajak. Oke sekarang aku mau kasih liat dulu apa yang dibilang internet tentang pajak langsung. Berikut penjelasannya

1b.jpg

Pajak langsung merupakan pajak yang diberikan secara berkala kepada wajib pajak berlandaskan surat ketetapan pajak yang dibuat kantor pajak. Di dalam surat ketetapan pajak terdapat jumlah pajak yang harus dibayar wajib pajak. Pajak langsung harus ditanggung seseorang yang terkena wajib pajak dan tidak dapat dialihkan kepada pihak yang lain.

Penjelasan ini sebaliknya dari pajak tidak langsung. Kalau pajak langsung kita harus melakukan sesuatu dulu kalau pajak tidak langsung gak harus kaya gitu. Bahasa kasarnya kita gak ngapa-ngapin pun kena pajak. Contoh rilnya itu adalah PBB. Kita cuman punya bangunan aja selama setaun kita harus bayar PBB. Contoh lain itu penghasilan. Kita gak ngapa-ngapain tapi setiap bulannya kita dipaksa bayar pajak dari gaji bulanan kita.

Nah begitulah penjelasan yang lumayan panjang tentang sifat pajak berdasarkan jenis ini. Mudah-mudahan bisa dimengerti dan diingat buat kalian semua.