bayiii.jpegUntuk pemberian nama bayi ini sebenarnya tidak ada perbedaan disemua ulama. Aku gak bisa bilang semua ulama sepakat bahwa semua orangtua harus memberikan nama kepada anaknya namun pemberian nama ini bukan hanya sebagai perintah saja melainkan untuk memudahkan dalam pemanggilan nama seseorang. Jadi karena memiliki manfaat yang masuk akal bukan hanya muslim saja yang memberikan nama setiap bayi yang baru lahir tapi semua orang pun memberikan nama kepada setiap anaknya.

Untuk lebih meyakinkan aku akan mendatangkan salah satu hadits nabi saw yang memerintahkan kita untuk memberikan nama kepada anak kita. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu darda Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya pada hari kiamat kelak kalian akan dipanggil dengan nama kalian dan nama bapak kalian. Oleh karena itu, indahkanlah nama kalian.”

Hadits tersebut sebenarnya memerintahkan kita untuk memperindah nama. Ini sudah mencakup perintah bahwa kita diperlukan memberikan nama kepada anak kita, dalam memberikan nama kita harus memilihnya dengan nama-nama indah jangan nama yang buruk atau jelek. Karena pernah Rasulullah saw mengubah nama sahabahat yang memiliki nama yang jelek. Ini menunjukkan bahwa nama yang baik itu adalah sunnah.

Yang ingin aku ingin titikberatkan adalah mengenai pemberian nama. Sebenarnya nama adalah hak preogratif keluarga terutama orangtuanya. Yang menjadi pesan adalah ketika memberikan nama jangan terlalu panjang karena zaman Rasulullah saw nama-namanya sangat pendek hanya terdiri dari satu kata. Semua istri nabi saw yang jumlahnya 9 tidak ada yang lebih dari dua suku kata. Yang menjadi fenomena saat ini adalah pemberian nama yang lebih dari dua. Sebenarnya dalam pemberian nama tiga suku kata itu tidak salah namun jika kita tarik kepada zaman Rasulullah saw maka kita perlu memberikan hanya satu suku kata saja.

bayiiii.jpegYang menjadi masalah adalah apabila hanya ada satu suku kata kemungkinan besar samanya tinggi. Oleh karena itu agar tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek menurut hemat aku berikan nama anak itu hanya dua suku kata. Itulah yang dilakukan oleh aku sebagai bapaknya ketika memberikan nama. Nama anak aku adalah Haisha Hanania. Hanya dua suku kata. Sebenarnya aku ingin menambahkan namanya dengan nama Hamidah dibelakang namanya namun karena dirasa terlalu panjang dan maknanya kurang masuk aku memutuskan untuk dua suku kata saja. Apabila suatu saat dia umrah atau haji maka nama aku pasti bisa masuk dibelakang namanya karena untuk pergi umrah atau haji harus terdiri dari tiga nama. Tapi entahlah beberapa tahun yang akan datang apakah masih berlaku sistem seperti itu atau tidak. Tidak masalah aku ada dinamanya atau tidak yang paling aku inginkan adalah ada nama aku disetiap doanya kapanpun. Aku ingin mengejar mendapatkan doa dari anak yang shaleh karena itu merupakan investasi yang paling berharga karena bisa mempengaruhi akhirat aku nantinya.

Kesimpulan dalam tulisan ini adalah pertama, pertahankan budaya pemberian nama kepada anak karena ini merupakan sunnah Rasulullah saw. Kedua, berilah nama yang baik yang merupakan harapan dari orangtuanya. Ketiga, disarankan maksimal dua suku kata saja. Semoga bermanfaat.