261-keputusan-dewan-hisbah-viii-vaksin-meningitis-untuk-jamaah-haji-dan-umrah

Majalah: Risalah

Edisi: No. 6 Th. 47 Ramadlan 1430/September 2009

Penerbit: Yayasan Risalah Press

Kota: Bandung

ISSN: 0215-1557

Halaman: 84 halaman

Harga: Rp. 8.500

 

Ini adalah tulisan terakhir saya untuk resensi majalah Risalah tahun 2009 karena setelah bulan ini saya sudah pernah tulis dan sudah saya terbitkan. Jika anda menginginkannya anda bisa merujuk dengan cara melakukan search pada blog ini. Baiklah kita mulai dengan rubrik selain kajian utama yaitu,

  • Dzikra: Jangan Jadi Mubadzir. Ayat yang diketengahkan yaitu QS Al-Israa: 26 dimana Allah swt berfirman “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”
  • Fikrah: Stigma Teroris. Teror berasal dari kata “terere” bahasa latin yang artinya menakut-nakuti atau yang menyebabkan ketakuan. Jadi “teroris” adalah orang atau kelok orang atau bahkan negara dan penguasa yang membuat orang lain ketakutan.
  • Alas Kata: Perhatikan Ruhaminu! Mengapa kenikmatan spiritual dan kehangatan ruhani tak lagi menjadi pilihan utama dalam kehidupan ini? Kehangatan dan kenimatan seolah tak lagi menjadi cita-cita dan harapan, sebab telah digantikan oleh kenikmatan bendawi beupa kekayaan harta dan keududukan.
  • Tafsir Al-Qur’an: Hukum Makan Harta Anak Yatim tafsir QS an-Nisaa: 6. Ada yang berbeda dalam cara menjelaskan ayat ini. Diawali dengan Munasabah dilanjutkan dengan Asbabun Nuzul, Tafsir Mufrodat untuk kata nikah dan terakhir tentu tafsir ayat.
  • Syahrul Hadits: Menginfestasi Iman yang Sempurna penjelasan hadits shahih dimana Rasulullah saw bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaima aia mencintai dirinya sendir.”
  • Ahsin Khuluqi: Niat Penentu Nilai Suatu Amal. Dalam beralam baik amal ibadah ataupun amal shalih bukan hanya zhahirnya saja yang harus diperhatikan, tetapi batinnya juga. Yang dimaksud yaitu memperhatikan niat dan keihlasannya.
  • Aqidah Salimah: Keikhlasan yang ditulis oleh Syarief Hidayat. Dijelaskan mengenai pengertian ikhlas, keihklasan dalam beramal dan terakhir mengenai shaum Ramadhan membina umat.
  • Khutbah Idul Fitri: Mewaspadai Sekulerisme & Liberalisme yang diisi oleh Shiddiq Amien. Umat Islam diberbagai belahan dunia telah menjadi sasaran permusuhan bahkan serangan bangsa-bangsa lain. Dijelaskan dalam tulisan pengertian dari sekulerisme dan liberalisme. Selanjutnya dikaitkan liberalisme dalam Islam dimana konsep amar ma’ruf maupun nahi munkar bukan saja dinilai tidak relevan, bahkan dianggap bertentangan dengan semangat liberalisme. Selanjutnya pembahasan yang sangat rinci mengenai liberalisme dibidang politik, liberalisme di bidang agama. Selain itu dijelaskan tiga bagian yang menjadi sasaran liberalisme yaitu liberalisme bidang awidah dengan penyebaran plurasime agama, liberalisme bidang syariah dengan melakukan perubahan metodologi ijtihat dan liberalisme konsep wahyu dengan melakukan dekonstruksi Al-Quran. Cukup banyak menghabiskan halaman oleh karena itu aku menjelaskan dengan cukup panjang juga.
  • Alam Islami: berita yang diturunkan yaitu Lawatan PP Hima Persis ke Malaysia Konsolidasi Gerakan Islam Melayu, Islam di Selandia Baru, Wasygar Bukhara Kecil di Cina dan Pesona Al-Hamra.
  • Baiti Jannati: Andaikan Bercerai! Pembahasan pertanyaan dari seseorang akhwat yang karena komunikasi dengan suami kian tidak baik dan perilaku suami yang negatif dimasa muda terulang kembali. Diberikan solusinya oleh Jejen Jaenudin.
  • Buanyya: Membangun Sineri Pendidikan Rumah dan Sekolah: Orangtua & Guru Harus Bekerjasama. Awal mula cerita dari Hamdan yang terkejut mendengar siswanya kelas IX yang tidak mengerjakan shalat Isya dan Shubuh.
  • Maqalah: Berkah Ramadlan yang ditulis oleh E. Permana Habibillah.

Adapun Kajian utama edisi bulan September 2009 mengenai hasil Keputusan Dewan Sidang Hisbah VIII yang dilaksanakan di Hotel Antik Soreang. Hasil keputusan tersebut adalah

  1. MLM dalam Timbangan Syari’at. Masalah MLM memiliki istinbath yaitu 1) praktek MLM yang hanya mempermainkan yang (money game), yaitu perusahaan mengambil uang anggota, dan komisi, bonus, atau reward up line diambil dari uang pendaftaran anggota (down line) hukumnya haram. 2) MLM yang bergerak dalam jual beli barangg/produk dan atau jasa yang haram, hukumnya haram. 3) MLM yang menggunakan sistem yang mengandung unsur haram (gharar, riba, ghasy, najasy dan maisir) hukumnya haram, 4) MLM yang memperjual-belikan barang/produk dan atau jasa yang halal dengan sistem yang tidak mengandung unsur yang haram, hukumnya halal.
  2. Tahiyyatul Masjid (Bagi yang suda thawaf dan bagi yang tidak hendak shalat wajib). Istinbathnya yaitu 1) Shalat tahiyyatul masjid hukumnya sunat bagi yag masuk masjid, 2) shalat tahiyyatul masjid tidak menggugurkan thawaf, 3) setelah thawaf tidak disyariatkan shalat tahiyyatul masjid.
  3. Keudukan Pengacara dalam Pandangan Hukum Syar’I. istinbathnya adalah 1) tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan diperintahkan, sedangkan tolong menolong dalam dosa dan permusauan dilarang. 2) advokasi hukum menurut hukum Islam dimaksudkan untuk membela orang yang didzalimi dan menolak kedzaliman. 3) keududkan pengacara yang memenuhi diktum satu dan dua adalaah masyru’ (disyariatkan).
  4. Hukum Wali dalam pernikahan. Istinbathnya adalah 1) laki-laki dan perempuan haram menikahkan dirinya sendiri. 2) Wali (pelaku ijab) dalam akad nikah termasuk rukun. 3) Meminta izin kepada wali (orang tua) sebagai pelaksanaan birrul walidain hukumnya wajib.
  5. Mengangkat tangan ketika berdoa. Istinbathnya yaitu 1) Berdiia da kaifiyyat adalh ta’abbudi. 2) Mengangkat kedua tangan waktu berdo’a pada kondisi, situasi dan tempat tertentu disyari’atkan. 3) Berdo’a sambil mengangkat kedua tangan pada kondisi, situasi, dan tempat tertentu yang tidak ada keterangan yang sahih adalah bid’ah.
  6. Takbir satu kali dan dua kali dalam iqamah. Istinbathnya adalah takbil dalam iqamat booleh satu kali boleh juga dua kali.
  7. Menghadiri Natal (hari kelahiran) sebagai seremonial, bukan ritual. Istinbathnya adalah turut merayakan, menghadiri, atau mengucapkan selamat natal kepada yang merayakan natal baik ritual maupun seremonial, hukumnya haram.
  8. Vaksin Meningitis untuk jama’ah haji dan umrah. Istinbathnya adalah 1) vaksinasi yang mengandung unsur haram hukumnya haram. 2) dalam keadaan darurat atau diperlukan, diperbolehkan.

Semoga kita bisa istiqamah dalam setiap ibadah yang kita ketauhi kebenarannya dan tahu bahwa itu benar-benar dicontohkan Rasulullah saw. Aaamin.

Untuk yang pengen tau lebih lengkap mengenai resensi buku, bisa dicek di blog aku yang lain yang khusus untuk membahas mengenai buku di https://pustakabinekas.wordpress.com/