pajak-ilustrasi-_130726143128-827

Ini tulisan ketiga dijudul Pajak Menurut Mereka… Tenang ini bukan serial sinetron tukang haji naik bubur yang beribu-ribu episode, ini tulisan terakhir kok.

Ditulisan terakhir ini aku mau bahas tentang kesimpulan dari pengertian yang udah dijelasin di dua tulisan sebelumnya. Dibuatnya kesimpulan punya maksud loh. Salah satu maksudnya adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kita tentang sesuatu. Kalau kita hanya bisa menyimak tanpa  bisa mengambil kesimpulan maka kita tidak bisa dikatakan mengerti apa yang sudah dibahas. Jadi kalau misalkan kalian lagi kuliah, pengajian, kebaktian atau acara dimana ada materi yang disampaikan idealnya adalah diakhir pertemuan kalian membuat kesimpulan sendiri apa yang kalian dapatkan dari pertemuan tersebut sehingga kita tidak merasa sia-sia ketika masuk kelas dan memberikan waktu kita untuk mendengarkan pembahasannya. Intinya bikin kesimpulan setelah selesai. Pembicaraan serius bareng pacar juga kalian harus bisa buat kesimpulan loh diakhir, ga cuman bisanya berantem aja.

Oke kita masuk kesimpulan. Tulisan bagian kedua aku menyebutkan ada enam persamaan yang ada dalam enam belas definisi yang sudah dicantumkan. Dari enam kesamaan itu ada yang aku sanggah karena sebenarnya tidak menggunakan kata itu juga tidak apa tapi ada juga yang aku setuju penggunaan kata itu sehingga aku merangkai katanya berdasarkan yang benar menurut aku. Eh ya mungkin kalian perlu tau juga nih, ketika aku nulis ini aku sudah menyelesaikan pendidikan magister akuntansi aku. Jadi bisa dikatakan aku ini kompeten dalam masalah pajak karena tesis aku itu penjurusannya mengenai perpajakan. Berikut kesimpulannya.

Pajak adalah kontribusi wajib warga negara yang bersifat memaksa berdasarkan aturan undang-undnag demi kepentingan negara.

Sekarang aku ingin memberikan alasan aku mendefinisikan pajak seperti itu. Kita akan bedah kalimat diatas

  1. Kontribusi

Kontribusi artinya sesuatu yang dilakukan untuk membantu menghasilkan atau mencapai sesuatu bersama-sama dengan orang lain atau untuk membantu sesuatu. Membayar pajak merupakan sesuatu yang dilakukan untuk mencapai sesuatu dalam organisasi. Organisasi yang dimaksud dalam pajak berarti negara. Tujuan negara Indonesia yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia sehingga pajak itu cara kita membantu negara dalam mewujudkan kesejahteraan sesama warga negara Indonesia. Lebih singkatnya kita membayar pajak berarti kita sedang membantu diri kita dan teman kita agar bisa menjadi sejahtera.

  1. Wajib

Wajib artinya harus dilakukan; tidak boleh tidak dilaksanakan (ditinggalkan). Kenapa pajak wajib? Karena kita setiap saat menginjak ditanahnya, kita minum air darinya, kita hirup udaranya dan mungkin kita mati dan dikubur didalamnya. Terus kenapa? Karena kita punya KTP Indonesia jadi kita harus tunduk dan patuh dengan ketentuan yang ada dinegara ini, salah satunya pajak. Terus kenapa? Ya kalau gak mau diusir dari negara Indonesia harus menuhin kewajiban kita. Terus kenapa? Malu dong udah pake trotoarnya, nginjek jalannya, pake jalannya tapi gamau bayar pajak. Wajib itu kalau gak dikerjakan ada konskuensinya loh. Jadi kesimpulannya aku pake kata wajib ini.

pajakantri.jpg

  1. Warga negara

Kalau ini sudah tidak perlu dijelasin lagi. Yang harus bayar pajak ya warga negara yang tentunya sudah memenuhi kriteria sebagai yang namanya subjek pajak (kita nanti sampai pembahasan mengenai subjek pajak).

  1. Memaksa

Kenapa ada kata memaksa padahal sudah ada kata wajib? Wajib kan memaksa. Kalau dilakukan ada keuntungan kalau tidak dilakukan ada kerugian. Kenapa aku masukin kata memaksa karena kata memaksa ini menunjukkan bahwa pajak itu memang benar-benar harus dipenuhi. Tidak cukup pakai kata wajib? Jika hanya menggunakan wajib maka itu masih merupakan pilihan untuk dikerjakan atau tidak dikerjakan tapi kalau memaksa berarti mau tidak mau, suka tidak suka harus dikerjakan. Jangankan yang wajib, yang tidak wajib saja jika diminta secara paksa akan dikerjakan (déjà vu yah tapi emang sih kata-katanya diulang lagi).

  1. Berdasarkan undang-undang

Undang-undang ini sebagai dasar dibuatnnya suatu aturan. Pembuatan aturan undang-undang ini jadi aturan main dalam bernegara. Karena pajak ini dilaksanakan oleh negara dan mengatur untuk seluruh warga yang ada di Indonesia maka harus dibuat Undang-Undang untuk mengatur segala hal mengenai pelaksanaannya. Makanya di Undang-undang itu diawalnya ada yang namanya definisi-definisi agar memiliki pemahaman yang sama tentang sesuatu. Alasannya dimasukkan kata ini adalah setiap pajak itu harus berdasar undang-undang, jika tidak ada atau belum dibuat maka kita tidak perlu bahkan tidak boleh membayar pajak.

  1. Kepentingan negara

Kepentingan negara Indonesia ada dalam UUD 45 yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia. Segala hal yang dilakukan oleh negara harus bertujuan agar rakyat bisa sejahtera. Mudah sebenarnya menjalankan negara jika selalu beorientasi pada kesejahteraan seluruh masyarakat. Alasannya aku memasukkan kata ini karena untuk mengingatkan baik itu bagi kita sebagai warga negara ataupun kepada penyelenggara bahwa pajak itu untuk kepentingan negara bukan kepentingan pribadi. Buat warga negara kita harus mengawal apa yang dikerjakan negara itu sudah sesuai dengan tujuannya sebagai negara atau belum dan untuk pelaksana menjadi reminder bahwa mereka sedang mengelola negara sehingga jika masih banyak warga negara yang belum sejahtera maka mereka masih belum berhasil.

Selesai sudah pembahasan kita. Sampai ketemua dijudul yang baruu

Iklan