kambiAku membahas tentang tema-tema berat seperti ini bukan berarti aku adalah seorang ulama. Aku hanya berbagi mengenai keputusan-keputusan yang aku pilih beserta alasannya. Sudah menjadi prinsip bagiku untuk beragama sesuai dengan yang benar-benar diperintahkan Allah swt dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. Cukup rasanya orang yang mengatakan sebagian besar umat Islam itu adalah agama turunan, mereka hanya beribadah sesuai apa yang sudah dikerjakan oleh orang-orang terdahulu tanpa mengetahui dasarnya. Berdasar dari itulah aku berusaha mempelajari sendiri ibadah yang seperti apa yang benar-benar dicontohkan itu.

Mengenai aqiqah aku pertama kali dengar ketika aku berada dibangku SMP bahwa seorang bayi yang baru lahir itu diharuskan melakukan aqiqah. Aqiqah yaitu menyembelih kurban berupa kambing sebanyak dua apabila bayinya laki-laki dan satu kambing untuk apabila bayinya perempuan. Kemudian pemahaman berkembang ketika SMA bahwa waktu aqiqah itu adalah ketika tujuh hari setelah kehamilan namun ada beberapa ulama yang menyebutkan bahwa hari keempat belas dan keduapuluh satu masih boleh. Bahkan ada yang memperbolehkan ketika sudah dewasa, jadi kalau kita dulu waktu bayi tidak aqiqah oleh orangtua kita maka kita diperbolehkan aqiqah untuk diri sendiri. Kebingungan muncul…

domba jantan.jpegSetelah membaca secara langsung dengan mata kepala sendiri beberapa buku yang aku baca memang semua pendapat itu ada. Namun pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyebutkan bahwa aqiqah itu adalah pada hari ketujuh karena Rasulullah saw tidak pernah aqiqah selain hari ketujuh. Diketahui kemudian bahwa pendapat Sayyid Sabiq dalam FIkih Sunnah yang menyebutkan bahwa aqiqah itu bisa hari keempat belas bahkan keduapuluh satu adalah penapat yang tidak kuat.

Aku tidak dalam berkapasitas menjelaskan mengenai hal ini namun kamu coba perhatikan lagi bahwa Rasulullah saw “hanya” melakukan aqiqah dihari ketujuh bukan selainnya. Pertanyaannya bagaiamana dengan pendapat hari keempat belas dan seterusnya? Gak mungkin dong mereka gak ada dasarnya? Secara jujur aku jawab iya memang mereka mempunyai dasar-dasar yang juga sudah aku baca. Sekarang aku akan kasih pertimbangan aku kenapa milih hari ketujuh dalam aqiqah,

  1. Aqiqah hari ketujuh memiliki dalil yang tidak ada satupun ulama yang menyanggah bahwa aqiqah itu tidak dihari ketujuh. Artinya adalah ulama sepakat bahwa aqiqah itu adalah hari ketujuh. Para ulama berpecah ketika membicarakan masalah aqiqah keempat belas dan seterusnya. Jadi secara ketenangan jiwa dan keyakinan yang paling yakin adalah hari ketujuh. Itu sebabnya aku lebih memilih hari ketujuh daripada hari keempat belas atau seterusnya. Kalau boleh aku tanya, kamu mau yang 100 persen yakin atau yang masih dalam perdebatan?
  2. Keterangan yang aku dapatkan selama Rasulullah saw hidup beliau selalu aqiqah dihari ketujuh tiidak pernah lebih (maaf apabila aku keliru, ini sepanjang penngetahuan aku). Sedangkan aqiqah hari keempat belas dan seterusnya hanyalah pernyataan beliau saja. Jadi aku lebih memilih yang sudah dikerjakan oleh Rasulullah saw daripada yang hanya disebutkan oleh Rasulullah saw. Ini juga lebih meyakinkan dan menenangkan.

Sekali lagi ini bukan menggurui, hanya sharing saja apa yang aku yakini. Tentu aku berpendapat seperti ini tanpa mengurangi rasa homat aku kepada orang yang berpemahaman aqiqah bisa dihari keempat belas dan seterusnya. Semua pilihan ada pada masing-masing orang apakah memilih ketujuh yang yakin tidak ada perdebatan atau selainnya yang masih dalam perdebatan panjang dan kemungkinan tidak dikerjakan oleh Rasulullah saw. Tentu, hanya Allah lah yang mengetahui kebenaran sesungguhnya!