tahnikAda suatu dilema melanda ketika anak baru lahir. Aku mendapatkan beberapa riwayat yang disampaikan oleh ustadz Khalid Basallamah dan yang aku baca dibuku yang berjudul Prophetic Parenting bahwa bayi yang baru lahir itu diharuskan atau disunnahkan untuk di tahniq. Tahniq adalah istilah masyrakat muslim menyuapi bayi dengan kurma. Menyuapi disini bukan satu kurma dimasukkan kemulut bayi, melainkan kurma dikunyah terlebih dahulu kemudian setelah empuk baru dimasukkan kelangit-langit bayi. Jadi makanan pertama bayi itu adalah perasan buah kurma atau kurma bubuk.

Aku coba mendatangkan dulu beberapa riwayat shahih mengenai tahniq ini. Dalam kitab Bukhari dan Muslim disebutkan dari Abu Musa ra berkata “Aku mendapatkan seorang anak. Aku membawanya menadap Rasulullah saw. Beliau memberinya nama Ibrahim kemudian beliau menyuapinya denan sebutir kurma dan mendoakan keberkaan padanya lalu menyerakannya kepadaku.”

Riwayat lain masih dari Muslim dari Aisyah ra bahwasannya Rasulullah saw biasa didatangkan kepada beliau bayi-bayi agar beliau memberkati dan menyuapi mereka. Suatu saat ada seorang bayi yang didatangkan kepada beliau saw kemudian kending dipakaian beliau. Beliau meminta air lalu memerciki tempat kencing itu.”

tahniqq.jpegSatu hadits lagi mengenai cara Rasulullah saw dalam menyuapi bayi yaitu diriwayatkan oleh Ahmad (3/88, 3/188) dan juga diriwayatkan oleh Bukhhari dan Muslim dari Anas ra ia berkata setelah Ummu Sulaim melahirkan, dia mengutusku membawa bayinya mengadap Nabi saw. Aku juga membawa bua kurma. Aku datang membawanya menghadap Rasululla saw yangg saat itu sedang memakai jubah dan sedang memberi makan unta beliau. Rasululla saw bertanya, “Apakah engkau membawa kurma?” Aku jawab, “Ya”. Beliau mengambil kurma-kurma lale memasukkannya kedalam mulut beliau, kemudian mengunyahnya. Setelah itu beliau mengeluarkan kunyahan tersebut, lalu membuka mulut si bayi dan memasukkan kunyahan kurma itu kedalam mulutnya. Bayi tersebut lalu mengecap-ngecap. Rasulullah saw bersabda, “Kaum Ansar sangat suka buah kurma”. Beliau menyuapinya dan memberinya nama Abdullah. Tidak ada satupun pemuda Anshar yang lebih tampan darinya.”

Sekarang mari masuk kepada problematika aku. Karena istri aku bidan maka dia sangat ingin sekali melakukan program ASI ekslusif. ASI ekslusif artinya selama enam bulan bayi yang baru lahir hanya diberikan ASI tidak ada makanan dan minuman lain. Setelah enam bulan baru boleh masuk makanan yang namanya MP ASI atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu. Jika demikian maka sunnah tahniq tidak bisa dilakukan. Jika aku memaksa untuk mentahniq anak aku maka pasti istri aku akan sangat marah karena perjuangan dia ketika melahirkan tidak mudah ditambah sampai tulisan ini ditulis dia belum bisa beraktivitas sebegaimana layaknya orang sehat.

Agar tidak terjadi prahara dalam rumah tangga aku maka aku tidak memaksakan hal itu. Namun disisi lain aku ingin menjalankan sunnah Rasulullah saw. Jadi aku mengambil prinsip lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Telat karena aku berniat mentahniqnya ketika Haisha berumur enam bulan dimana dia bisa makan makanan lain selain ASI. Semoga saja jalan tengah ini bernilai pahal disisi Allah swt. Bagi kamu yang bisa meyakinkan diri atau meyakinkan istri untuk mentahniq diawal kelahiran dia maka lakukannya. Tentu pahalanya akan lebih besar karena secara contoh sebagaimana yang aku sebutkan dimuka dalilnya bahwa Rasulullah saw melakukan tahniq diawal kelahiran bayi.

Iklan