adzan.jpegPada tanggal 12 November 2016 aku mendapatkan suatu titipan yang sangat berat yang bisa membawa aku dengan mudah keneraka namun bisa juga dengan mudah membawa aku ke surga. Melalui proses yang panjang sejak Jumat 11 November 2016 jam 11 malam, Alhamdulillah pada pukul 09:57 lahir putri pertama aku yang aku kasih nama Haisha Hanania lahir. Untuk doa yang aku simpan dinama putri pertama aku adalah semoga kehidupan putri pertama aku itu diberkahi oleh Allah swt. Sudah sangat cukup bagi seorang hamba apabila suda diberkahi hidupnya oleh Allah swt. Doa aku adalah semoga dengan hadirnya putri pertama aku bisa membawa aku dan ibunya ke surga Allah swt yang hanya dikhususkan untuk seorang muslim pilihan dan juga bisa bermanfaat bagi agama Allah swt. Aaamin.

Sedikit pengalaman ketika Haisha lahir bidan, perawat sampai dokter mempersilahkan aku untuk mengadzani bayi padahal dokter yang menangi istri aku adalah seorang nasrani, bidan dan perawat sih keliatannya Islam jadi wajar kalau mereka memintaku untuk mengadzani Haisha. Atas permintaan mereka aku menolak secara halus dan aku meminta mereka untuk segera menyelesaikan perawatan bayi baru lahir tanpa harus menunggu aku dulu mengadzani Haisha.

adzan bayi.jpegMungkin muncul pertanyaan, kenapa gak mau di adzani? Harusnya kan bayi yang baru lahir itu harus diadzani disebalah teliinga kanannya kemudian iqamah disebelah kirinya. Baik, aku sekarang berperan sebagai seorang yang awam yang hanya tau sedikit sekali ilmu tentang agama. Mungkin aku akan membahas lebih rinci secara tinjauan ilmu agama untuk membahas dalilnya namun dalam tulisan ini aku mengajak kamu untuk berdalil dengan akal terlebih dahulu sampai akhirnya kita berbicara dalil. Aku memiliki retorika baru dalam menjawab permasalahan mengenai “budaya” yang dianggap ibadah oleh sebagian besar warga Indonesia. Retorikanya adalah bahas dulu alasan menggunakan akal karena semua punya akal yang bisa digunakan kemudian apabila belum paham maka aku akan masuk kepada dalil yang mungkin tidak semua orang tahu. Berikut alasannya

  1. Adzan itu sebenarnya fungsinya buat apa? Yang aku tau sih yah adzan itu pertanda untuk waktu shalat. Kalau misalkan sudah waktunya shalat maka dikumandangkan adzan. Biasanya yang adzan itu dimasjid tapi sebenarnya dilapangan pun tidak mengapa. Kalau bayi yang baru lahir kita adzani buat apa? Dia gak mungkin kan bisa shalat setelah kita adzani? Lagian ketika kita adzani bayi yang baru lahir memang itu waktunya shalat atau bukan? Kalau waktu shalat kita harusnya mengumandangkan adzan secara keras jangan pelan-pelan dan hanya bayi yang baru lahir saja yang mendengarnya.
  2. Iqamah fungsinya apa? Biasanya kan dikumandangkan ditelinga sebelah kiri. Gampangnya sih iqamah itu seruan untuk mendirikan shalat wajib mau itu kita shalat sendirian atau kita berjamaah harus iqamah. Jadi salah yah kalau ada yang beranggapan iqamah itu kalau berjamaah aja, buktinya shalat ied aja yang berjamaah tidak ada iqamahnya. Terus kita boleh tanya, bayi mau kita ajak shalat? Jangankan bayi yang baru lahir, kita juga kadang kalau udah iqamah masih nyantai aja gak lansung ikut shalat.
  3. Dalil yang menyebutkan kalau bayi itu diikuti syetan pada saat kelahirannya kemudian setan itu bisa kabur ketika dikumandangkan adzan ditelinga sebelah kanan dan iqamah disebalah kiri adalah hadits dlaif sehingga tidak bisa digunakan alias tidak bisa kita amalkan. Sebagian masyarakat Indonesia mengetahui mengenai hadits tersebut namun tidak tahu bagaimana derajatnya. Yang lebih parah adalah masyarakat muslim Indonesia yang hanya “ikut-ikut” dengan orang lain sehingga apa yang dikerjakan oleh orang lain itu terkesan benar padahal kita diwajibkan oleh Allah swt untuk beramal menggunakan ilmu.

adzann.jpegKhusus untuk argumen nomor tiga akan diberikan data lengkapnya mengapa hadits tersebut dlaif dan tidak t digunakan. Aku sudah sering baca dibeberapa buku kemudian penjelasan beberapa ulama yang pernah aku dengar tetapi penjelasan yang terakhir aku dapatkan adalah berasal dari majalah Risalah. Semoga Allah memudahkan aku bisa memposting tulisannya dalam blog aku kali ini. Semua orang tidak memiliki pengetahuan yang sama mengenai agama namun semua orang memiliki akal yang bisa digunakan untuk memikirkan mengenai permasalahan agama. Oleh karena itu sebagai awal apabila kita mendapatkan sesuatu yang tidak masuk akal maka yang harus kita lakukan adalah mencari dalilnya. Apabila tidak ada dalilnya dan tidak masuk akal maka haram kita melakukannya.