264-optimalisasi-zakat-umat

Majalah: Risalah

Edisi: No. 4 Th. 54 Ramadlan 1437/Juli 2016

Penerbit: Yayasan Risalah Press

Kota: Bandung

ISSN: 0215-0557

Halaman: 84 halaman

Harga: Rp. 15.000

 

Ada dua risalah lagi sampai saat ini yang harus aku tulis setelah ini. Aku punya target minggu ini selesai menulis resensi majalah Risalah. Semoga Allah swt memudahkan jalannya. Berikut rubrik selain kajian utama.

  • Fikrah: Berjam’iyyah Bukan ‘Ashabiyyah. Masih tentang Jam’iyyah A. Zakaria membahas ‘Ashabiyyah diartikan fanatik dengan konotasi yang ngatif. Beliau menjelaskan bahwa Persis tidak termasuk ‘ashabiyya yang terlarang karena Persis bertujuan untuk menegakkan al-Qur’an dan as-Sunnah dan berjuang demi tegaknya kalimat Allah.
  • Istifta: membahas masalah-masalah apa hukumnya memakai batik hari jum’at dan lebaran, hukum-hukum dalam Al-Qur’an, masuk pemakaman tidak bersandal, dan menjama’ shalat ketika tidak safar.
  • Tafsir Al-Qur’an: Ciri-ciri Munafiq yang Lain Tafsir QS. An-Nisa ayat 141-143 masih dengan dua penjelasan yaitu munasahab dan tafsir ayat.
  • Syahrul Hadits: Iktilaf dalam Syari’at Tayammum. Kali ini tidak membahas hadits yang ada dalam Bulughul Maram. Tulisan ini penjelasan mengenai berbedanya pandangan mengenai tayammum. Salah satu isu nya adalah penyebab diperbolehkannya melakukan tayammum.
  • Aqidah Salimah: Hari Kiamat ditulis oleh Syarief Hidayat. Dijelaskan mengenai bukti adanya hari kiamat dalam Al-Qur’an yaitu bukti dengan penciptaan langit dan bumi, bukti adanya kebangkitan dengan penciptaan manusia pertama kali, Allah memberikan dalil al-Qur’an menengenai adanya kebangkitan setelah kematian dengan bukti dapat dihidupkannya kembali bumi yang telah mati, dan bukti di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan bahwa Allah ta’ala pernah menghidupkan kembali orang yang telah mati.
  • Ahsin Khuluqi: Karakteristik Jiwa yang ditulis oleh Jeje Zaenudin. Jiwa adalah aspek ghaib non amteri dari diri manusia yang dalam al-Qur’an sering diungkapkan dengan istilah nafs, ruh, qalbu dan akal.
  • Khutbah Idul Fithri: Tujuan Hidup Manusia yang diisi oleh Ustadz Aceng Zakaria. Pada umumnya manusia bertujuan untuk meraih tiga hal yaitu harta, tahta dan wanita. Beliau menjelaskan bagaimana kita mencari ketiga hal itu dalam koridor Islam.
  • Alam Islami: berita yang diturunkan yaitu AS Ingin Gulingkan Asad, Irak Klarifikasi saudi Soal Sumber Dana Isis, Yaman Masih Bergolak dan Irak Terancam Pecah.
  • Akhbar Jam’iyyah: Problematika Dakwah di Luar Jawa Catatan Kafilah Du’at Persatuan Islam Angkatan V. Dalam tulisan ini dijelaskan mengenai Persis yang berada di Gorontalo, Maluku, Ambon, Maluku Tengah dan Persis Suamtera Utara.
  • Tsaqafah: Peristiwa Muakahat Pondasi Ekonomi yang ditulis oleh Kurniawan Nurdin. Muakhat memiliki pengertian proses mempersaudarakan antara kelompok muhajirin dan anshar.
  • Dzikra: Zakat Harus Memusnahkan Riba. Ayat yang diingatkan adalah QS. Al-Baqarah ayat 276 yang berbunyi “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah.

Adapun kajian utama yang ada yakni,

  1. Optimalisasi Peran Zakat untuk Perkembangan Ekonomi Umat. Dijelaskan dalam tulisan ini tujuan zakat yaitu (1) mengangkat derajat fakir miskin; (2) membantu memecahkan masalah para gharimin, ibnu sabil dan mustahik lainnya; (3) membentangkan dan membina tali persaudaraan sesama umat Islam dan manusia pada umumnya; (4) menghilangkan sifat kikir dan loba para pemilik harta; (5) menghilagkan sifat dengki dan iri (kecemburuan sosial) dari hati orang-orang miskin; (6) menjembatani jurang antar si kaya dengan si miskin di dalam masyarakat; (7) mengembangkan rasa tanggung jawab sosial pada diri seseorang terutama yang memiliki harta; (8) mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain padanya; (9) sarana pemerataan pendapatan untuk encapai keadilan sosial.
  2. Makna Zakat, Infaq dan Shadaqah. Dijelaskan pertama yaitu mengenai makna shadaqah, kedua dijelaskan dengan shadaqah dengan harta, ketikga shadaqah artinya zakat selanjutnya tentang zakat yang diawali dengan makna zakat, selanjutnya dijelaskan mengenai makna infaq sebagai penutup.
  3. Zakat untuk Sarana Air Bersih dan Sanitasi. MUI memberikan tiga rekomendasi pada tahun 2015 yaitu pemerintah wahib memberikan ketersediaan air bersih dan sanitasi, masyarakat perlu bahu membahu dalam menghemat air, dan lembaga amil zakat dalam proses distribusi zakatnya perlu melakukan ikhtiar nyata guna menjawab kebutuhan masyarakat.
  4. Tantangan Pengelolaan Zakat Laznas Persis PZU ditulis oleh Dr. H. Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag yang merupakan direktur Pusat Zakat Umat. Dijelaskan dalam tulisannya mengenai prinsip-prinsip manajemen PZU yaitu prinsip kerja, sistem pengelolaan, dan jendela kesempatan.

Zakat apabila dimaksimalkan akan menghilangkan riba. Ayo sadari bahwa riba itu haram dan jauhilah dari kehidupan kita. Yakinlah Allah swt tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang berdoa meminta kebaikan untuk dirinya!

Untuk yang pengen tau lebih lengkap mengenai resensi buku, bisa dicek di blog aku yang lain yang khusus untuk membahas mengenai buku di https://pustakabinekas.wordpress.com/

Iklan