6.jpg

Lama rasanya gak nulis lagi di blog ini. Tepatnya sih enam taun lalu aku terakhir kali nulis diblog ini. Sebenarnya aku gak stop buat nulis tapi medianya aja yang beda. Aku lagi fokus nulis di blog lain yang khusus bahas tentang buku dialamat https://pustakabinekas.wordpress.com/ tapi sekarang aku mau balik lagi buat nulis disini dengan harapan tulisan-tulisan aku bisa bermanfaat buat yang baca sama yang nulis.

Tulisan ini jadi tulisan pertama dikategori baru yang aku kasih nama biasa pajak. Kenapa dikasih nama biasa pajak? Karena kalau kita sudah biasa pajak maka pajak itu jadi biasa. Pembahasan lebih lanjut tentang alasan nama kategorinya biasa pajak akan disampaikan nanti. Insha Allah aku posting di kategori biasa pajak ini setiap hari senin berjumlah tiga tulisan tiap minggunya. Semoga dimudahkan penulisannya.

Hal pertama yang ingin aku bagi yaitu tentang pengertian pajak. Tapi tenang pengertian pajak yang aku bahas tidak akan kaya buku-buku yang penuh dengan kata-kata baku penuh kebingungan, sebisa-bisanya aku bakal kasih penjelasan semudah mungkin dan senyaman mungkin. Semoga bisa membantu kalian buat paham tentang pajak.

Udah paling bener kalau kita mau cari pengertian tentang pajak yang harus kita cari itu pengertian pajak dari negara kita sendiri. Kalau negara berarti kita harus cari undang-undangnya. Undang-undang tentang pengantar perpajakan itu ada di Undang-undang nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pembayaran. Di UU itu dijelasin tentang semua hal yang harus kita tau sebelum belajar pajak lebih lanjut, jadi sambil belajar disini coba deh download UU nya dulu.

UU 28 tahun 2007 atau disingkat UU KUP (Ketentuan Umum Perpajakan) disana dijelasin tentang pengertian pajak. Ditulis disana,

Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakatyat (UU no 28 tahun 2007 pasal 1 (1) halaman 2).

Biar gampang cara pahamnya kita cari intisari (bukan minuman yah) dari kalimat diatas. Yang menjadi kata kunci dari pengertian diatas yaitu

  1. Kontribusi wajib
  2. Memaksa
  3. Tidak mendapat imbalan langsung
  4. Digunakan untuk keperluan negara

Sekarang kita bahas kenapa sih poin yang mesti kita hafal itu empat.

  1. Kontribusi wajib

Kontribusi itu artinya sesuatu yang dilakukan untuk mencapai sesuatu secara bersama-sama. Makanya kalau yang namanya kontribusi itu pasti disuatu organisasi, kalau sendiri itu bukan kontribusi namanya. Kita mesti udah tau kontribusi itu ada kontribusi wajib dan kontribusi sukarela. Kalau kontribusi wajib itu artinya besarannya ditentukan, waktunya ditentukan dan cara bayarnya ditentukan. Gampangnya kontribusi wajib itu kontribusi yang ada aturan minimal dari besarannya. Kalau kontribusi sukarela itu artinya kontribusi yang besarannya tidak ditentukan. Kita tau pajak itu sudah ditentukan berapa besaran yang harus dibayarnya. Makanya disebutnya pajak itu kontribusi wajib. Nah karena sifatnya wajib jadi itu artinya hutang. Makanya hutang itu bahasa lainnya dalam laporan keuangan itu kewajiban yang artinya harus dibayar. Jadi kalau ada yang ngutang terus ga bayar berarti dia dosa karena dia tidak mengerjakan kewajibannya. Makanya pajak itu terutang buat pribadi atau badan.

  1. Memaksa

Karena wajib berarti memaksa. Nah kalau memaksa itu harus ada dasarnya dong. Sama kaya kita kredit motor diawal kita tanda tangan perjanjian berapa yang harus dibayar setiap bulannya, berapa lama kita harus bayarnya dan lain-lain. Terus dibahas juga kalau misalkan kita ga bayar kewajiban kita apa,  ngasih motornya atau BPKB nya ditahan atau lainnya. Nah itu dasar namanya. Dipajak juga sama, pertama sifatnya memaksa karena namanya kontribusi wajib, kedua karena ada undang-undangnya yang mengatur jadi sifat memaksanya lebih kerasa.

Pengertian Pajak.PNG

  1. Tidak mendapat imbalan langsung

Kalau kita bayar tiket bioskop kita pasti dikasih tiket buat nonton bioskop, kalau kita bayar parkir kita dapet lahan parkir. Intinya kita dapet apa yang kita bayar. Itu namanya imbalan langsung. Kalau pajak itu beda, dia gak bisa ngasih kita imbalan langsung padahal kita bayar. Pajak orangnya emang gitu jadi kita gabisa ubah dia. Tapi tenang aja pajak itu imbalannya tidak langsung, maksudnya imbalan tidak langsung itu manfaat dari kita bayar pajak itu ga langsung kita rasain tapi lama kelamaan bakal kerasa kok. Contoh jalan tol, jembatan penyebrangan, trotoar dan lain-lain itu duitnya hasil dari pajak. Yaaah sama kaya cinta lah, kita selalu kasih apapun buat cinta tapi si cinta itu tidak memberikan apa yang kita harapan tapi si cinta itu katanya udah kasih banyak ke kita tapi kitanya aja yang ga ngerasa.

  1. Digunakan untuk keperluan negara

Jangan mikir kalau pajak yang kita bayar itu buat keperluan pejabat, itu salah!! Mungkin dulu iya tapi sekarang beda. Pajak yang kita bayar sekarang itu udah bener-bener dipake untuk keperluan negara. Kita sebenernya bisa monitor duit pajak yang kita bayar itu dipake apa dari laporan kementrian-kementrian yang sekarang sudah bisa diakses oleh masyarakat luas. Jadi anggapan “orang bijak bayar pajak, orang paja makan pajak” itu salah. Negara itu hidup dari pajak jadi biar rakyat sejahtera kita harus taat bayar pajak. Buat gambaran negara Finlandia punya sistem pendidikan terbaik didunia yang semua negara mengakuinya. Gaji seorang guru disana sangat besar jadi banyak anak muda disana yang ingin jadi guru. Selain itu kita kalau belajar di Finlandia itu ga perlu mikirin biaya, disana tuh biaya pendidikan gratissss dari sd sampai perguruan tinggi. Pengangguran disana aja dikasih duit. Nah keenakan gitu tuh pebmerintah Finlandia kasih dari duit para pembayar pajak. Jadi para pembayar pajak disana ga kecewa bayar pajak dengan fasilitas yang dikasih sama pemerintah. Perlu kalian tau bayar pajak di Finlandia itu bisa sampai 50% dari penghasilan loh. Tapi mereka ikhlas kok makanya hasilnya bisa memuaskan gitu. Mudah-mudahan Indonesia bisa kaya gitu nantinya mulai dari kita-kita ini.

Sebenarnya kalau kalian cek disitus sebelah pasti yang keempat itu berdasarkan undang-undang. Tapi aku kurang sependapat dengan pemahaman itu karena berdasarkan undang-undang itu udah termasuk kepoin kedua jadi tidak perlu dibahas lagi. Pun sebenarnya kalian sudah pada tau yang namanya pajak itu ada karena ada undang-undangnya.

Mungkin itu dulu buat pemanasan tentang pajak. Kalau kalian tau empat kata kunci itu pas ada yang nanya sama kalian pajak itu apa sih, nah jawabannya harus ada empat kata kunci itu. Atau kalau kalian dapet soal apa pengertian pajak kalian sebutin terus dikembangin dari empat kata itu.

Iklan