267-pidanakan-perzinahan-dan-homo-seksual

Majalah: Risalah

Edisi: No. 7 Th. 54 Dzulhijjah 1437/Oktober 2016

Penerbit: Yayasan Risalah Press

Kota: Bandung

ISSN: 0215-0557

Halaman: 84 halaman

Harga: Rp. 15.000

 

Bulan Oktober masih tanggal 16 ketika aku menulis ini tapi aku sudah selesai membaca majalah Risalah bulan ini dan sekarang aku akan menulis resensi mengenai majalah ini ditengah bulan ini. Untuk terbit diblognya kamu bakal liat tulisan ini ditahun 2017 bulan maret karena jadwal terbit pustaka binekas sudah full sampai dengan bulan februari 2017. Mari kita mulai pembahasan kita

  • Fikrah: Ta’at Kepada Rasulullah. A. Zakaria sejak dahulu sampai sekarang memiliki concern kepada hal mengenai akhlaq. Oleh karena itu apabila ceramah-ceramah selalu membawakan tema akhlaq yang ringan namun memiliki pembahasan yang mudah dipahami oleh mustami’. Untuk tulisan ini beliau menjelaskan mengenai tiga kandungan hukum dalam sunnah yaitu ta’kidan li ma fil qur’an (penguat hukum-huum yang telah ada dalam Al-Qur’an), ayanan li ma fil qur’an (penjelas terhadap apa-apa yang ada dalam Al-Qur’an) dan tasyri’an mustaqillah (syariat yang berdiri sendiri).
  • Istifta: membahas masalah-masalah mengenai kapankah waktu yang tepat untuk adzan awal apakah boleh jika adzan awal jam 3. Masalah selanjutnya mengenai kedudukan hadits shalat qabla ashar yang ditanyakan salah seorang anggota persistri dari Bandung kesimpulan dalam pertanyaan ini bahwa kedudukan hadits qabla ashar lemah sehingga tidak bisa kita amalkan. Masalah berikutnya yaitu mengenai keudukan hadits shalat arbain di masjid nabawi. Shalat arbain adalah shalat empat puluh waktu shalat di masjid nabawi. Menggenai hal ini istifta memiliki kesimpulan setelah melakukan penjelasan bahwa arbain tidak boleh diamalkan karena haditsnya dlaif. Masalah terakhir yaitu kesematan bagi yang tidak berqurban.
  • Tafsir Al-Qur’an: Jangan Pisakan Alla dan Rasul-Nya Tafsir QS Annisa : 150-151. Diawal pembaasan munasabah penulis menyebutkan jika jika beriman kepada Allah maka kita meyakini bawa Alla itu Maha Mendenagr dan Maha Mengetahui. Suatu sindiran kepada kita yang selalu melakukan dosa padahal Allah selalu menyaksikan kita disetiap saatnya. Penjelasan dilanjutkan denan membahas mufrodat faraqa yang artinya berpisah. Terakhir pembahasan mengenai tafsir ayat.
  • Syahrul Hadits: Jangka Waktu Rukshah Tayammum. Syarah dilanjutkan dengan hadits nomor 132 dan 137. Dalam tulisan ini dijelaskan mengenai apakah boleh selalu tayammum dalam waktu yang lama. Namun sebelumnya dijelaskan mengenai takhrij hadits yang menjelaskan ada hadits yang dicantumkan oleh Ibnu Hajar ini adalah hadits dlaif.
  • Aqidah Salimah: Syirik Menyalahi Fithrah. Pada dasarnya sifat dasar manusia itu bertauhid dan mengesakan Allah swt. Yang menjadikan merka berubah pertama kali adalah orangtuanya. Terkenal oleh kita hadits yang berbunyi “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi…”
  • Ahsin Khuluqi: Hati Menurut Al-Qur’an. Jeje Zaenudin masih membahas mengenai hati lanjutan dari pembahasan sebelumnya. Dalam tulisan ini dijelaskan hati menurut Al-Qur’an yang keempat kelima dan keenam. Keempat hati menurut Al-Qur’an yaitu hati menjadi keras (A;-Baqarah ayat 2, QS Al-an’am ayat 43), kelima yaitu hati yang terkunci dan terpatri (QS Al-Baqarah: 7, At-Taubah: 87 dan 93) dan keenam yaitu hati yang condong pada kesesatan (QS Ali Imran ayat 7)
  • Khutbah Jum’at: Muhasabah Sebelum Musibah. Tulisan ini ditulis oleh Ustadz H. UU Suhendar, M.Ag. Dalam khutbah jum’at ini dijelaskan mengenai QS At-Takatsur yang mengingatkan kepada kita agar kita tidak lalai beribadah kepada Allah swt baik itu karena kesenangan dunia, kesenangan terhadap harta atau hal-hal lain yang dapat melalaikan kita dari ibadah kepada Allah swt. Pada akhir khutbah pertama disebutkan hadits riwayat Ahmad yang berbunyi “Wahai Manusia. Berbagai kesibukkan hidup telah membutakan mata hati seperti halnya orang yang berada di kegelapan malam. Wahai manusia, seandainya kalian tahu dashyatnya adzab Allah seperti tahunya aku (Rasulullah saw) tentu kalian akan lebih banyak menangnis ketimbang tertawa…”
  • Alam Islami: berita yang diturunkan yaitu Muslim di Prancis Terancam Kehilangan Masjid, Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Menurut Muktamar Chechnya dan terakhir Qaradhawi Mengecam Hasil Muktamar Chechnya.
  • Akhbar Jam’iyyah: Dari Arena Pembukaan Muktamar VIII HIMA-HIMI Persis, Ust. H. Aceng Zakaria: “HIMA PERSIS Hendaklah Meniru Ibnu Abbas”. Dalam tulisan ini dijelaskan mengenai pesan-pesan ketua umum Persis dalam sambutannya di acara muktamar HIMA HIMI Persis yang diadakan pada hari Jum’at tanggal 23 September 2016. Tulisan kedua berjudul Santri Persis Raih Medali Emas. Tulisan kedua ini membahas Anis Nida Hanifah yang merupakan Santri Tsanawiyah Pesantren Persatuan Islam 31 Banjaran Bandung yang mendapatkan medali emas di bidang studi Biologi pada acara Kompetisi Sains Madrasan yang berlangsung di Pontianak.
  • Tsaqafah: Salafi vs Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah. Ditulis oleh orang yang paling produktif menulis yaitu Nasruddin Syarief. Dalam tulisan yang mengahabiskan sepuluh halaman ini dijelaskan panjang lebar mengenai tanggapan beliau atas dicoretnya salafi dari ahlus-sunnah wal-jama’ah pada muktamar di Chechnya akhir Agustus 2016. Beliau berpendapat bahwa hal ini membuktikan ketidakmampuan sebagia para ulama mengemas perbedaan didkusi dengan cara yang terbaik.
  • Bayti Jannati: Mestikah Saya Bercerai? Cerita dari Ahmad yang berasal dari Jawa Barat yang kebingungan dengan kehidupan rumah tangganya yang semakin lama istri lebih sering memunculkan sifat buruknya ketimbang sifat baiknya. Yang paling menjadi pertimbangan berat adalah hal ini sudah diprediksikan oleh orangtua Ahmad.
  • Dzikra: Zina dan LGBT Tindakan Kriminal. Ayat yang diketengahkan yaitu QS An-Nur ayat 2 yang berbunyi “ Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera”

Untuk kajian utama kali ini sama sekali tidak ada ayat ataupun hadits yang dikutip karena ini pure masalah mengenai usaha konstitusi dalam hal menjadikan perzinahan dan homoseksual masuk kedalam ranah pidana. Berikut pembahasannya

  1. Jihad Konstitusi Pidanakan Perzinahan dan Homoseksual. Dalam tulisan ini dijelaskan mengenai jalannya sidang konstitusi yang melakukan judicial review (uji materiil) KUHP Pasal 284 tentang Gendak (Perzinahan), 285 (Perkosaan) dan 292 (Pencabulan Sesama Jenis). Pihak yang melakukan JR itu menamakan diri mereka Tim Advokasi Indonesia yang terdiri dari 12 orang yang memiliki latar belakang berbeda-beda setingkat minimal strata dua. Dijelaskan secara rinci apa yang menjadi alasan dilakukan JR ini kemudian dibahas satu persatu apa yang diinginkan. Untuk pasal 284 mengenai perzinahan perubahan yang diinginkkan yaitu perluasan makna overspel (gendak) bukan hanya yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah, melainkan semua hubungan seksual yang tidak terikat pernikahan sehingga maknanya sama dengan makna perzinahan yang dikenal semua agama dan mengubah delik pidananya dari delik khusus (pengaduan) menjadi delik umum. Untuk pasal 292 mengenai seks sesama jenis diinginkan yaitu frasa “yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduga belum dewasa” dihapuskan karena saat ini bukan hanya orang dewasa saja yang melakukan seks sesama jenis tetapi orang yang belum dewasa pun bisa.
  2. Hukum Islam Sah Berlaku di Indonesia. Tulisan ini ditulis oleh salah satu pengadu JR bernama Hj. Titin Suprihatin, MH. Inti dari tulisan beliau ini adalah apabila syariah islam diterapkan saat ini maka hal itu sangat dimungkinkan karena secara sejarah dan sistem hukum di Indonesia itu sangat bisa dilakukan dan direalisasikan.
  3. Larangan Zina dan Homoseksual Bulan Pelanggaran “HAM”. Tulisan ini ditulis oleh Atip Latipulhayat, Ph.D. Beliau menjelaskan mengenai apa itu HAM yang sebenarnya sehingga terlihat jelas mana pihak yang benar-benar mengatasnamakan HAM dan mana pihak yang secara jelas mensalahartikan mengenai HAM.

Suatu kemungkaran memang perlu selalu diberantas bagaimanapun caranya. Meskipun Indonesia bukan merupakan negara yang hukumnya menggunakan hukum Islam namun kita tetap harus berusaha bagaimana agar nilai-nilai Islam bisa masuk kedalam tatanan negara Republik Indonesia sehingga pada akhirnya goal yang ingin kita capai adalah Indonesia mengadopsi secara utuh dan sepenuhnya syariat Islam yang dibuat oleh pencipta manusia Allah swt.

Untuk tau lebih lengkap mengenai resensi buku, bisa dicek di blog aku yang lain yang khusus untuk membahas mengenai buku di pustakabinekas.wordpress.com