266-drama-aktor-politik-kafir

Majalah: Risalah

Edisi: No. 6 Th. 54 Dzulqa’dah 1437/September 2016

Penerbit: Yayasan Risalah Press

Kota: Bandung

ISSN: 0215-0557

Halaman: 84 halaman

Harga: Rp. 15.000

 

Bismillah. Kita masuk kebulan September dimana pada bulan ini sangat ramai sekali perbincangan mengenai pemimpin yang banyak dinilai orang baik namun dia kafir. Ketika tulisan ini terbit pasti sudah ada pemimpin baru, entah itu dari kafir atau dari muslim karena pada saat ini aku menulis tulisan ini masih dibulan Oktober sedangkan tulisan ini terbit antara bulan februari atau maret. Baik kita mulai saja pembahasan resensi majalah risalah.

  • Fikrah: Ragam Ketaatan Manusia Terhadap Allah. Ragam ketaan manusia yang dijelaskan yaitu ta’at untuk melaksanakan shalat tetapi enggan mengeluarkan zakat, ta’at untuk melaksanakan shalat tetapi meras berat untuk melaksanakan shaum Ramadlan dan masih banyak lagi. Seharusnya sebagai manusia kita harus taat secara kaffah (menyeluruh) sesuai perintah Allah swt dalam QS Al-Baqarah: 85.
  • Istifta: membahas masalah-masalah dimanakah shalat ied seharusnya dilaksanakan, apakah dimesjid atau dilapangan; bagaimana kedudukan hadits tentang syafaat penghafal Al-Qur’an; shalat bagi wanita yang baru bersuci dan haidl, zakat produsen tahu, meminjam dan bekerja di bank konvensional; dan memaca do’a iftitah dalam shalat tahajud.
  • Tafsir Al-Qur’an: Hati-hati Kalau Bicara tafsir QS. An-Nisa ayat 148-149. Dalam munasabahnya penulis mengaitkan dengan pemimpin kafir dimana dikatakan bahwa orang yang mendukung orang kafir sebagai pemimpin padahal jelas-jelas dalam Al-Qur’an dilarang maka dia termasuk kedalam orang munafik.
  • Syahrul Hadits: Ikhtilaf Dalam Praktik Tayammum penjelasan hadits Bulughul Maram nomor 132, 137 dan 138. Dijelaskan mengenai perbedaan pendapat apakah satu kali tepukan untuk mengusap wajah dan telapak tangan ataukah dua kali.
  • Aqidah Salimah: Keluarga Sebagai Benteng Keselamatan Aqidah ditulis oleh Haris Muslim. Dalam tulisannya dijelaskan mengenai dampak modernisasi dan globalisasi yang memiliki pengaruh positif dan negatif. Oleh karena itu sangat diperlukannya kethanan keluarga dalam melahirkan generasi-generasi shaleh dan shalehah. Sebab keluarga adalah pondasi utama dari sebuah tatanan masyarakat, jika keluarga baik maka masyarakan pun akan baik.
  • Ahsin Khuluqi: Memahami Hati. Dalam tulisan dijelaskan kepada kita pengertian hati yang dikutip dari pendapat Imam Al Ghajali yang menyebutkan pengertian hati yaitu segumpal daging yang menggantung di sebelah kiri dada manusia, menyerupai bentuk jantung buah pisang, tempat berkumpul dan dipancarkannya darah ke seluruh tubuh. Pengertian kedua yaitu sesuatu yang amat lembut sebagai karunia ilahi dan bersifat spirit atau ruh.
  • Khutbah ‘Idul Adha: Meneladani Kepemimpinan Nabi Muhammad saw yang ditulis oleh Dr. Jeje Zaenuddin, M. Ag Wakil Ketua Umum PP. Persatuan Islam. Dijelaskan secara sangat jelas mengenai bagaimana Rasulullah saw memimpin yaitu beliau memimpin dengan cinta dan lemah lebut; memimpin dengan sifat pemaaf; syura yaitu menjadikan musyawarah sebagai cara mengambil keputusan.
  • Alam Islami: berita yang diturunkan yaitu Turki-Israel Serang Suriah, Ditangkap! Penembak Mati Imam Masjid New York, dan Trump Menghina Umat Islam.
  • Akhbar Jam’iyyah: Dari Safari Jam’iyyah PP. Persis dan PP. Pemuda Persis, Dr. KH. Zainul Majedi (Gubernur Nusa Tenggara Barat): “Kamu Menunggu Kiprah Persis untuk Kemaslahatan Umat”. Seperti biasa dilaporkan safari yang dilakukan oleh PP. Persis diberbagai daerah. Saat ini dilaporkan safari yang dimulai dari Semedang kemudian selanjutnya di Jateng, Semarang dan Brebes lanjut lagi kearah timur yaitu di Jawa Timur dan Bangil kemudian kembali lagi ke arah Jawa Barat yaitu di Yogyakarta dan masuk Jawa Barat lagi yaitu di Pangandaran dan Banjar berlanjut ke Tasikmalaya, Ciamis dan Garut. Ditutup dengan laporan dari Persis Sambangi Nusa Tenggara Barat dan Bali.
  • Tsaqafah: Mendudukkan Hadits Shaum 9 Hari Dzulhijjah ditulis oleh Nashruddin Syarief. Dijelaskan dalam tulisan ini mengenai pandangan beberapa ulama yang menyebutkan bahwa shaum sembilan hari dibulan Dzulhijjah merupakan sunnah berdasarkan hadtis yang bisa anda baca dalam tulisan ini.
  • Bayti Jannati: Disaat Sang Anak Menutup Diri, Apa yang Salah Dengan Kami? Diangkat cerita dari Nyonya X yang berasal dari Bandung. Beliau menceritakan mengenai anaknya yang sempat mengalami perlakuan kasar dari ayahnya namun kemudian sang ayah merasa bersalah dan meminta maaf kepada anaknya itu. Tapi sikap sang anak saat ini menjadi lebih sering dirumah dan bermain game. Bagaimana solusinya kita bisa menyimak dalam tulisan ini.
  • Dzikra: Pemimpin Kafir Mustahil Adil yang mengedepankan QS At-Taubah ayat ke delapan yang berbunyi, “Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian.

Untuk kajian utama akan dibahas berikut ini,

  1. Waspadai Drama Aktor Politik Kafir yang ditulis oleh Dr. Ihsan Setiadi Latief, M.si selaku Ketua PP. Persis Bidang Jam’iyyah. Dalam tulisannya dimulai dibahas mengenai definisi politik dalam islam. Kemudian selanjutnya dijelaskan mengenai dramaturgi politik yang penulis mengambil pendapat Goffman. Dijelaskan secara panjang lebar mengenai dramaturgi politik yang disebut oleh Goffman memiliki keterkaitan erat dengan konsep the self (konsep diri) dari Mead. Dijadikan sebuah fenomena dimana Hary Tanoe yang menggerilya dalam usahanya menjadi seorang calon presiden. Melalui media masa yang dimilikinya HT berusaha terlihat dekat dengan rakyat. Namun perlu kita ingat bahwa HT beragama Nasrani dimana dalam Islam tidak diperbolehkan seorang diluar islam memimpin masarakat muslim.
  2. Apakah Ibnu Taimiyyah Membolehkan Pemimpin Non-Muslim? Tulisan ini ditulis oleh Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum yang merupakan Bidgar Pengembangan Dakwah dan Kajian Pemikiran Islam PP Persatuan Islam. Dalam tulisannya beliau menjelaskan secara panjang lebar mengenai pemahaman yang sangat keliru yang menyebutkan bahwa Ibnu Taimiyyah memperbolehkan mengangkat non-muslim sebagai pemimpin. Sebagai argumennya penulis membawa kita tentang syarat pemimpin yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah dalam kitab Al-Siyasah Al-Syar’iyyah, Al-Hisbah fi Al-Islam dan Al-Khilafah wal Al-Mulk. Setelah itu djelaskan mengenai konteks sebenarnya dalam pernyataan Ibnu Taimiyyah yang sering dijadikan dalil bagi orang-orang untuk menghalalkan non-muslim menjadi pemimpin.
  3. Posisi Umat Islam Menjelang Pilkada 2017 yang ditulis oleh Aay Muhammad Furkon. Tulisan ini menjelaskan bagaimana seharusnya seorang muslim dalam menghadapi pilkada DKI 2017 ini. Kita tahu bahwa Ahok dinilai sangat cocok untuk memimpin DKI Jakarta. Namun masalah utamanya adalah dia beragama non-islam sedangkan di DKI Jakarta sebagian besar warganya beragama Islam. Bagaimanapun Allah swt tidak memperbolehkan seorang muslim mengangkat pemimpin yang bukan muslim dan kita sebagai muslim harus mengikutinya karena itu merupakan perintah dari langit. Tak lupa dijelaskan mengenai perspektif Islam memilih orang kafir.

Memang banyak sekali kelebihan yang dimiliki oleh Ahok sang petahana namun kita perlu ingat bahwa yang paling penting adalah mendapatkan berkah dari Allah swt. Jika masih ada pemimpin Islam buat apa kita memilih pemimpin kafir. Semoga yang menang nanti adalah pemimpin yang beragama Islam. Aaamin.

Untuk yang penen tau lebih lengkap mengenai resensi buku, bisa dicek di blog aku yang lain yang khusus untuk membahas mengenai buku di pustakabinekas.wordpress.com