Eragon film dengan ide cerita orisinil
Eragon
Sebenarnya saya ingin sekali membeli novel eragon yang cukup tebal itu, namun karena waktu yang tidak memungkinkan dan uang juga yang tidak mendukung maka saya memutuskan untuk menonton film yang berdurasi kurang dari dua jam.

Saya sangat yakin jika saya membaca novelnya akan lebih menarik karena setiap film yang diangkat dari sebuah novel maka anda akan merasakan hal yang berbeda dari filmnya. Seperti film twilight yang awalnya saya tonton kemudian saya membeli dan membaca novelnya ternyata novelnya lebih seru.

Baiklah kalau begitu saya sekarang akan berbagi mengenai film yang saya tonton beberapa jam yang lalu. Film ini berjudul Eragon yang diangkat dari sebuah novel karya Christopher Paolini. Film ini disutradarai oleh Stevan Fangmeier dan kebanyakan melakukan pengambilan gambar atau shooting di Hungaria.

Tanda pengendara naga
Tanda sang pengendara naga
Saya akan menceritakan sedikit demi sedikit film yang menurut saya merupakan film yang memiliki ide cerita yang original. Perlu diketahui bahwa Eragon bukanlah seekor naga yang awalnya saya pikir seperti itu. Eragon adalah seorang remaja anak petani miskin yang menyukai berburu.

Ketika Eragon sedang berburu rusa dihutan dia menemukan batu berwarna biru sebesar buah pepaya. Dia mendapatkan batu biru itu tepat ketika dia akan telah melepaskan anak panahnya ke arah rusa buruan itu. Awalnya Eragon akan menukarkan batu biru itu untuk daging yang akan menjadi makanan dirumahnya namun penjual daging tidak menginginkannya, walhasil dibawalah batu biru itu ke rumahnya.

Shapira naga yang menemani Eragon untuk melaksanakan tugasnya
Shapira naga sakti
Suatu malam ketika Eragon sedang tidur dia mendengar ada sesuatu yang bergerak-gerak didalam batu biru yang ditemukannya. Dia terus memperhatikan kemudian sedikit demi sedikit batu itu pecah kemudian keluar naga berwarna biru yang berukuran kecil. Naga itu memakan tikus dan menolak air yang diberikan Eragon. Ternyata naga itu bukanlah sembarang naga. Naga itu menggigit tangan Eragon sehingga ditangan Eragon terbentuk sebuah tanda dimana orang yang memiliki tanda itu adalah seorang pengendara naga yang ditunggu-tunggu.

Eragon nampaknya tidak sadar bahwa dia memiliki kekuatan yang sangat besar apalagi jika dia bersatu dengan naga yang dia temukan. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Brom seorang pengendara naga juga namun naga nya sudah mati dibunuh oleh pasukan Galbatorix. Brom mengajarkan hal-hal yang harus dikuasai oleh Eragon agar Eragon bisa menggunakan sihir yang sangat kuat yang ada pada dirinya. Brom pun memberikan tugas kepada Eragon yaitu untuk pergi ke suatu tempat yang bernama The Varden.

Tugas yang seharusnya dilakukan Eragon tidak dikerjakan oleh Eragon, dia memilih untuk menyelamatkan Arya seorang yang awalnya memiliki telur itu sampai kemudian Shapira memilih sendiri pengendaranya.

Pedang yang bisa membunuh penyihir
Azagon
Sebelum Eragon pergi menyelamatkan Arya Brom memberikan pedang yang bernama Azagon dimana pedang itu bisa membunuh naga, penyihir dan sangat ditakuti oleh orang-orang yang memiliki sihir hitam.

Menggunakan Shapira Eragon dengan mudah menemukan tempat dimana Arya berada. Namun Durza menyakiti Arya dengan sihirnya walau akhirnya arya dapat dibawa oleh Eragon. Karena Eragon ingin sekali menyembuhkan Arya maka dia pergi ke The Varden.

Eragon pergi ke The Varden bersama seorang pengembara yang awalnya mengikuti mereka. Pengembara itu ingin membalas kematian keluarganya yang telah dibunuh oleh pasukan Galbatorix dengan mengantar sang pengendara naga ke The varden. The Varden adalah sebuah tempat dimana para pengendara naga memiliki pasukan dan Eragon pun mengikuti jejak pendahulunya yaitu bergabung bersama The Varden.

Kepala suku The Varden yang menyambut Eragon
Kepala suku The Varden
Sudah diketahui dan diduga sebelumnya bahwa pasukan Galbatorix akan menyerang tempat dimana Eragon berada yaitu The Varden. Dibawah komando dari Durza pasukan Galbatorix ini menyerang The Varden. Karena telah dipersiapkan sebelumnya pasukan The Varden melawan pasukan Galbatorix yang jumlahnya lebih besar daripada pasukan The Varden, namun berkat banuan dari Shapira naga biru yang ditunggangi oleh Eragon, semua pasukan Galbatorix bisa diatasi.

Durza musuh berat
Durza musuh berat
Yang menjadi lawan yang berat bagi Eragon dan Shapiran adalah Durza, jenderal pasukan itu. Dia memiliki kekuatan sihir yang hebat. Dengan sihir hitamnya dan mantra yang saya sendiri tidak tahu artinya dia mengeluarkan naga diliputi awan hitam.

Durza bersama naganya berhasil memberikan luka yang sangat serius pada tubuh Shapira yang mengakibatkan Shapira sangat lemas dan tidak mampu lagi untuk terbang. Eragon kemudian memberikan perintah kepada Shapira untuk menjalankan ide nya agar Eragon bisa membunuh Durza dengan Azura tepat pada jantungnya.

Durza melemparkan detonasi kearah dimana Eragon duduk namun dia tidak menemukan Eragon berada disana. Ternyata Eragon berada di ujung ekor Shapira yang siap untuk melompat ke arah Durza beserta Azura ditangannya.

Dengan Azura, Eragon berhasil menembuskan Azura kejantung Durza yang merupakan kelemahan Azura. Dengan terjatuh Eragon beserta Azura terjatuh dan dengan sigap ditangkap oleh Shapira dan terjatuh cukup keras.

Ingin tahu bagaimana akhirnya?

Dengan kekuatan Eragon Shapira bisa terselamatkan meskipun Shapira telah sekarat pada saat itu karena senjata yang dikeluarkan oleh Durza. Dan Arya yang sejak awal ingin diselamatkan oleh Eragon pun selamat. Namun Arya mengingatkan bahwa pasukan Galbatorix akan membalas kekalahannya itu dan Arya pergi Alaesmeria yaitu kerajaannya dimana dia menjadi Rajanya.

Pada adegan terakhir dari film Eragon ini ada Galbatorix yang marah dan siap untuk melancarkan balas dendam. Ini menandakan akan ada kelanjutan film ini. Sudah siap mata ini untuk menonton nya.😀😀