Menjelajah Keluasan Langit Menembus Kedalaman Al-Qur'an
Menjelajah Keluasan Langit Menembus Kedalaman Al-Qur'an
Judul: Menjelajah Keluasan Langit Menembus Kedalaman Al-Qur’an
Penulis: T. Djamaluddin
Penerbit: Khazanah Intelektual
Tahun: 2006
Halaman: 134
ISBN: 979-3838-07-8

Jika dulu saya menulis mengenai T. Djamaluddin yang menulis buku Menjelajah Keluasan Langit Menembus Kedalaman Al-Qur’an, saat ini saya akan membahas mengenai isi dari buku yang ditulis oleh beliau.

Sebagaimana telah saya sampaikan sebelumnya saya kagum dengan T. Djamaluddin karena saya membaca bukunya. Buku ini tergolong tipis dan dalam waktu yang singkat kita bisa menyelesaikan buku ini.

Bagi sebagian orang Astronomi merupakan ilmu yang sulit untuk dipelajari, belum lagi nama yang tidak pernah terpikirkan namanya walaupun dalam benak. Tetapi berbeda dengan buku yang ditulis oleh seorang astronom ini. Buku ini begitu mudah untuk dipahami oleh berbagai macam latar belakang disiplin ini, bahkan bagi orang awam sekalipun.

Buku ini sebagian merupkan tulisan yang telah dipublikasikan dikoran, majalah ataupun media lainnya. Bagi orang yang mengerti astronomi ketika membaca buku ini mungkin akan lebih memahami apa yang dibahas dalam buku ini. Bagi orang yang awam akan ‘ikut’ memahami sejauh yang bisa dipikirkannya.

Buku setebal 134 halaman ini memberikan inspirasi kepada ilmuwan-ilmuwan muslim untuk meneliti mengenai fenomena-fenomena alam yang ada disekitar kita. Penulis mengajak kita untuk menggali Al-Qur’an agar kita bisa menyingkap rahasia-rahasia alam yang sampai saat ini belum terungkap.

Nilai plus dari buku ini adalah setiap pembahasan selalu dikaitkan dengan ayat Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah kitab sembarangan. Tahukah anda mengapa langit yang sering kita lihat berwarna biru? Atau kenapa ketika sore hari berwarna orange? Mengapa hari senin dalam bahasa Inggis disebut monday? Pertanyaan-petanyaan yang nampaknya sepele ini dijelaskan dalam buku ini dengan bahasa yang mudah. Dan saya yakin jika anda semuanya mungkin belum tahu mengenai fenomena alam yang sangat dekat dengan anda termasuk pertanyaan yang saya tanyakan kepada anda tadi.

Jika kita ingin ‘mengisi’ keimanan kita atau kita ingin meningkatkan semangat beribadah kepada Allah swt maka buku ini bisa menjadikan keinginan anda terpenuhi. Saya sendiri bingung genre buku ini, apakah ini buku agama, sains, atau pengembangan diri. Hal ini menunjukkan begitu lengkapnya buku ini dan musti dibaca oleh anda semuanya.

Mengenai penulis dari buku ini tidak perlu saya sampaikan lagi disini karena anda semua bisa membaca ditulisan saya sebelumnya yang berjudul “T. Djamaluddin yang Mengispirasi” dikategori Biografi.

Dibelakang buku ini ditulis, “Buku ini merupakan secuil tulisan tentang ilmu Allah swt dalam bidang Astronomi. Namun, dari yang secuil itu kita senantiasa dibuat tercengang menyaksikan kebesaran ayat-ayat kauniah-Nya. Kita akan diajak menelusuri proses penciptaan alam semesta menurut Astronomi dan Al-Qur’an, proses pengembangan alam semesta menurut Astronomi dan Al-Qur’an, evolusi bintang dan penyempurnaan langit, serta berbagai hal tentang alam yang mampu menggungah sisi spiritual dalam diri kita.”

Dalam pengantarnya Dr. Moedji Raharto, Staf pengajar dan peneliti pada kelomppok Keahlian Astronomi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung mengajak kepada ilmuwan-ilmuwan atau masyarakat biasa agar tidak melakukan pembacaan buku alam semesta melalui bahasa matematika saja. Memikirkan alam semesta berarti memahami ungkapan para ilmuwan dan memberikan makna dalam perspektif kebenaran Al-Qur’an, begitu tulis beliau.

Ada kekurangan dari buku ini, kekurangan ini sangat menyebalkan bagi saya. Tahukah anda apakah itu? Kekurangan itu adalah buku ini ditulis terlalu singkat, bukan karena pembahasann