Sebenarnya bukan sesuatu yang direncanakan bagi saya untuk menonton film Ketika Cinta Bertasbih 2 ketika saya pergi ke Bioskop. Saat itu adalah tanggal 17 September yang bertepatan dengan tayang perdana film yang di sutradarai oleh Chairul Umam itu. Niat saya saat itu adalah menonton Keramat yang kata teman-teman saya film nya bagus, tetapi karena bujukan dari sang pacar saya malah nonton film KCB 2.

Ketika Cinta Bertasbih 2
Ketika Cinta Bertasbih 2
Film KCB 2 ini bercerita mengenai kelanjutan dari KCB yang pertama. Jika KCB 1 berlatar Mesir maka KCB 2 berlatar Indonesia. Di film KCB 2 ini muncul pemain film yang sangat digemari oleh kaum wanita yaitu Dude Herlino. Di dalam film ini Dude Herlino menjadi seorang ustad teman dari Azzam. Dude meng-khitbah Ulfa adik dari Azzam, namun Ulfa belum bisa menerima Dude karena kakanya yaitu Azzam belum menikah.

Masalah yang ada pada film ini adalah ibu Azzam yang gelisah ketika anaknya tidak mendapatkan pekerjaan sepulang dari Al-Azhar, Mesir. Di tambah lagi cibiran dari para tetangga yang menjadikan Ibu Azzam menyuruh Ulfa untuk mencarikan pekerjaan untuk Azzam agar Azzam memilki pekerjaan.

Pengalaman Azzam berjualan Tempe di Mesir membuatnya sukses. Dengan Bakso cinta yang dibuatnya bersama keluarga Azzam berhasil membeli mobil dan cukup sukses setelah sebelumnya menjadi pengusaha kargo untuk mengantarkan buku-buku yang dikirimkan dari Mesir.

Kehidupan cinta Azzam pun cukup menarik. Didalam hati yang terdalam Azzam sangat mencintai Anna, gadis putra seorang Kiayi besar yang pernah ditolongnya ketika Anna sedang mengalami musibah. Namun Anna sudah menjadi istri dari temannya sendiri yaitu Furqon.

Ketika Azzam menggantikan Kiayi Lutfi untuk mengajar Al-Hikam ada seorang Jemaah yang menawarkan anaknya untuk menikah dengan Azzam, namun Azzam kurang menyambutnya atau lebih kepada tidak menghiraukan. Sikapnya itu berbuah pahit karena dua calon yang akan menjadi istrinya gagal untuk menjadi istri dari Azzam dan ketika Azzam menyambut permintaan jemaah yang menawarkan anaknya tenyata anaknya telah menjadi istri orang lain.

Mungkin calon yang paling dekat menjadi istri Azzam adalah Dr. Vivi yang diperankan oleh Asmirandah. Cincin yang khusus dibeli oleh ibunda Azzam untuk menantunya di pasangkan langsung di jari manis Dokter Vivi. Keinginan Ibu Azzam untuk menikahkan anak nya sangat kuat sekali. Hampir seluruh persiapan pernikahan Azzam disiapkan langsung oleh beliau. Ada satu yang paling diinginkan oleh Umi, keinginan itu adalah Pengisi Pengajian yang akan diselenggarakan nanti adalah Kiayi Luthfi.

Karena merasa gagal mendidik anaknya untuk membentuk keluarga Anna dan Furqon menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, Kiayi Luthfi menolak permintaan dari Umi meskipun Umi sudah memohon dengan sangat keras.

salah Satu Bintang KCB
salah Satu Bintang KCB
Ketika perjalanan pulang Azzam dan Umi mengalami kecelakan. Mobil telah menabrak mereka dan membuat Ummi meninggal ditempat sedangkan Azzam mengalami luka yang parah. Dokter Vivi yang menjadi calom istri Azzam dinikahkan oleh orang tuanya dengan lelaki lain karena sudah tidak sabar menanti kesembuhan Azzam.

Akhir dari film ini adalah Azzam menikah dengan wanita pujaan hatinya ketika masih belajar di Mesir yaitu Anna. Azzam bisa mendapatkan Anna adalah karena Azzam menitipkan Cincin yang dibelikan oleh Umi nya kepada Kiayi Luthfi untuk diberikan kepada wanita yang pantas memakainya.

Kiayi Lutfi awalnya bingung kepada siapa cincin itu akan diberikan. Setelah terdiam Kiayi Luthfi menawarkan kepada Azzam untuk menikahi wanita yang telah dicerai suaminya karena suaminya itu adalah orang yang terkena virus HIV namun wanita itu tidak pernah disentuh oleh suaminya sama sekali, wanita itu sholelah dan sangat cerdas.

Azzam pun setuju dan menanyakan siapa nama dari wanita itu. Azzam sangat terkejut bercampur senang, haru dan syukur ketika disebutkan nama wanita itu adalah Anna Althafunnisa anak dari Kiayi Lutfi.

Azzam dan Anna Althafunnisa pun membina keluarga sedangkan Furqon menikah dengan wanita lain. Ibu Azzam sangat menginginkan Azzam untuk menikah dengan Anna dan Azzam memenuhinya meskipun ibunda telah tiada.

Para Pemain KCB
Para Pemain KCB
Pendapat saya mengenai film ini adalah positif. Film ini dibuat dengan detail tanpa melewatkan sedikit pun. Mungkin inilah yang selama ini diusahakan oleh sang sutradara. Tidak seperti Di KCB 1, KCB 2 ini sayang sekali tidak menyertakan ringkasan dari KCB 1. Jika telah selesai menonton film KCB pertama maka kita akan menonton sekilas mengenai KCB 2.

Entah kerana posisi duduk saya atau memang benar itu yang dialami oleh semua penonton yang ada di bioskop bahwa perpindahan gambar atau frame yang terjadi sangatlah lambat sehingga menjadikan mata cepat lelah menonton. Seringkali saya mengalihkan perhatian saya ke arah lain untuk menyegarkan mata saya. Dan yang mengherankan saya adalah setiap ada aktor atau aktris yang berdialog perpindahan antara orang yang berbicara kemudian latar yang diberikan sangat cepat berpindah melebihi sintetron. Mungkin inilah yang harus menjadi catatan semua pihak yang akan membuat sebuah film. Akhirnya Maju terus perfilman Indonesia.