Sepertinya udah cukup lama saya tidak menulis di blog ini. Mohon maaf deh kepada diri saya sendiri udah gak konsisten dengan jadwal yang saya buat untuk menulis dalam blog ini. Kegiatan saya akhir-akhir ini cukup padat sehingga saya tidak bisa menulis di blog yang saya cintai ini. Selama ini saya hanya memonitor dan melihat komentar-komentar yang ada di beberapa tulisan saya dan jika membalas komentar-komentarnya.

Baiklah saya akan mulai menulis kembali.

Melihat Harian Kompas hari ini yaitu Hari Minggu tanggal 27 September 2009 mengenai orang yang botak ternyata bukan diakibatkan oleh sering nya dia berfikir, tetapi ada faktor-faktor lain yang mengakibatkannya.

Pengen Botak kayak gini?
Pengen Botak kayak gini?
Obrolan saya dengan teman-teman saya ketika melihat orang yang kepalanya botak bagian belakang atau bagian depan nya adalah berfikir apakah semua orang botak itu pinter? Karena menurut kebanyakan orang yang botak itu karena keseringan berfikir. Ada sebuah anekdot yang saya sampaikan kepada teman-teman saya, saya katakan jika orang yang mikirnya selalu kedepan maka botak nya itu akan berada di depan seperti ahli kimia, fisika, biologi yang berfikir untuk masa depan. Sedangkan orang yang botaknya dibelakang maka dia lebih keras berfikir kebelakang, artinya dia berfikir masa lalau terus seperti ahli sejarah, arkeolog dan lain-lain. Bener gak nya bisa di cek sendiri??😀😀

Di dalam koran Kompas yang terbit hari ini disebutkan bahwa rambut yang mengalami kebotakan tidak disenangi oleh kaum pria dan wanita, apalagi yang sangat memperhatian penampilannya. Ternyata kebotakan yang dialami oleh beberapa orang ini sebanyak 85% merupakan keturunan dari jalur ayah maupun ibu atau dalam bahasa yang lebih kerennya disebut dengan heredity alpecia atau kebotakan khas pria (male patern baldness). Untuk membuktikan bagi anda yang mengalami kebotakan telitilah apakah diantara orang tua anda ada yang mengalami kebotakan, jika ada komentarlah kepada artikel ini untuk membenarkannya.😀😀

Peristiwa keboptakan ini terjadi bukan hanya kepada orang yang sudah banyak makan asam garam sampai gondokan alias yang udah tua aza, orang yang berumur 18 tahun pun ada yang mengalami kebotakan. Sedangkan orang paling lambat yang mengalami kebotakan jika dia telah memilki kepala sebanyak lima atau orang yang umurnya lima puluh tahun.

Mengenai ciri-ciri yang mengalami kebotakan pasti semua orang sudah tahu. Jika rambut kita di kepala khususnya tidak tumbuh lagi alias tidak memanjang maka itulah yang disebut dengan kebotakan. Secara sfesifik ciri-ciri dari kebotakan adalah mundurnya garis rambut, tumbuhnya titik kebotakan pada pusat rambut, atau pada keduanya.

Contoh Botak
Contoh Botak
Selain faktor genetik atau keturunan ada juga faktor-faktor lain yang menyebabkan kebotakan. Menurut Marty Sawaya, MD, PhD, profesor dermatology di University of Florida Health Sciences Center di Gainesville, faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Obat-obatan, seperti beta blocker (sering digunakan untuk tekanan darah tinggi) dan beberapa pengobatan menggunakan turunan vitamin A, seperti obat antijerawat isotretinoin, dan obat antipsoriasi etretinate.

2. Kondisi-kondisi seperti artritis dan lupus.

3. Peristiwa-peristiwa stres berat, misalnya diceraikan atau ditinggal mati orang tersayang.

4. Diet ketat terlalu bersemangat, yang membuat Anda kekurangan protein.

5. Anabolik steroid, seperti yang diresepkan bagi pria dengan hormon tidak berimbang dan kadang-kadang digunakan oleh pria yang berambisi menjadi seperti Rambo.