Hari ini saya ingin berbagi tentang perjalanan saya ke Yogyakarta bersama teman-teman SMA saya yang tidak akan pernah saya luapakan seumur hidup saya. Agak lebay sih tapi tak apalah namanya juga bercerita.

Kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman saya mengunjungi tempat yang sudah sangat dikenal di Indonesia yaitu Pantai Parangtritis. Sebenarnya pada saat saya akan ke Yogya yang pertama saya kunjungi adalah Pantai Parangtritis tapi karena saya tidak sedang melakukan laporan perjalanan jadi saya menulis sesuai dengan apa yang ingin saya tulis.hhee.

Meskipun lelah saya bersama teman-teman tidak melewatkan kebahagiaan di Pantai Parangtritis. Disana saya bersama teman-teman nyampe dilokasi sekitar pukul lima sore. Awalnya sih saya gak akan turun dari bus karena badan sudah sangat gatal belum mandi dan ingin segera pergi ke hotel, tapi karena semua teman-teman pada turun ya apa boleh buat saya juga turun.

Langkah pertama menuju pantai terasa berat karena rasa lelah tapi setelah mencium bau pantai yang sangat khas dan suara ombak yang membuat saya tergoda untuk melamun membuat saya bersemangat. Dengan menenteng sebuah tas berisi kamera digital saya mulai menuju pantai nya Nyi Roro Kidul. Terlihat dari jauh teman-teman saya sudah melakukan aktivitas kesukaan mereka yaitu FOTO-FOTO. Akh dasar kenapa sih punya temen tuh selalu banci kamera.hhaaa. Tapi jangan salah yah saya tidak banci kamera tapi saya orang yang ada dibelakang kamera alias cameraman.hhe.

Untuk informasi saja nih kalau Parangtritis itu terletak 27 km dari pusat kota Yogyakarta jadi kalau anda memiliki kesempatan untuk pergi ke Yogyakarta maka mampirlah ke Pantai terbaik yang dimiliki oleh Yogyakarta ini.

Dalam sebuah nama pasti ada asal usulnya. Termasuk juga didalamnya Parangtritis. Nama Parangtritis memilki asal usulnya tersendiri. Konon, seseorang bernama Dipokusumo yang merupakan pelarian dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah ini beratus-ratus tahun lalu untuk melakukan semedi. Ketika melihat tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang (=batu) dan tumaritis (=tetesan air). Pantai yang terletak di daerah itu pun akhirnya dinamai serupa.

Di pantai Parangtritis saya bersama teman-teman termasuk juga my special friend menikmati indahnya pantai dengan cara yang aneh-aneh. Ada yang hanya mengumpulkan sandal karena memang dia yang disuruh jaga sandal.hhaaa. Ada juga yang dari awal menginjakkan kakinya ka pasir pantai yang dia lakukan adalah foto-foto-foto-foto dan foto-foto. Ada juga yang melamun sendirian dengan menatap pantai dengan mata yang berbinar-binar entah apa yang dia pikirkan atau yang dia lamunkan. Mungkin dia ngerasa kalau dia lagi maen sintetron.hhhaa.

In the beach, we saw sun set. I very happy with sun set cause I think it’s very beautiful and I remember something, that is made from Allah swt. Sangat sangat konsentrasi sekali melihat matahari tenggelam sampai-sampai saya dikagetkan oleh ajakan foto dari my girl friend untuk foto bareng. Akh saya sangat sangat suka sun set. Apalagi jika difoto dengan sunset.hmmmm. Hasil-hasil foto yang ada di parangtritis adalah sebagai berikut. Hanya untuk berbagi yah jangan disalahgunakan.hhhee.

bani+abay+ima
bani+abay+ima

bani+uje
bani+uje

bani+uti
bani+uti

ntahlah
ntahlah

rame
rame

bani+syntia
bani+syntia