Pesawat Jet
Pesawat Jet
Hari senin lalu kita telah merayakan hari Isra’ Mi’raj Rasulullah saw. Kebanyakan diantara kita menggunakan hari liburnya untuk bermain dan berekreasi selama 3 hari dari hari jumat. Memang tidak ada perintah untuk merayakan Isra’ nya Rasulullah saw ini namun kita harus mengetahui apa saja hikmah yang bisa kita dapatkan dari perjalanan yang panjang itu. Untuk membahas hal itu kita tunda untuk hari jum’at yaitu pada kategori Islam.

Hari ini kita akan membahas mengenai Isra’ nya Rasulullah saw dalam bidang sains. Agar kita bisa membahas perjalanan Isra’ nya Rasulullah saw secara sains kita perlu sedikit mengetahui mengenai Isra’.

Dalam Al-Qur’an Allah swt berfirman, “Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang Kami berkati sekitarnya. Supaya kami tampakkan padanya ayat-ayat Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (Q.S Al-Israa’:1)

Kisah Isra’ telah berlangsung sekitar 14 abad yang lalu namun masih menyisahakan misteri yang belum terpecahkan. Dalam zaman teknologi saat ini perjalanan Isra’ bukanlah hal yang sulit dilakukan, maksudnya adalah setiap orang pada zaman ini bisa melakukannya karena dengan pesawat jet kita bisa bolak balik dengan jarak hanya 1235 km. Jika begitu apakah Isra’ ini bukanlah mukzizat karena setiap orang bisa melakukannya?

Ketika dahulu pada saat zaman Rasulullah saw perjalana ribuan kilometer hanya dengan satu malam ataupun dengan waktu yang sangat singkat tidaklah mungkin meskipun dengan unta. Karena dengan unta pun membutuhkan waktu berbulan-bulan. Dan itulah yang menyebabkan orang-orang kafir tidak mengimani perjalanan Isra’ Rasulullah saw bahkan mereka mengejek dan mendustakan beliau.

Unta
Unta
Keanehan dari perjalanan Rasulullah saw adalah waktunya. Kebanyakan ahli sejarah sepakat bahwa peristiwa itu terjadi pada ‘amul hozan atau tahun duka cita yaitu tahun dimana wafatnya istri Rasulullah saw dan paman Rasulullah, Aisyah dan Abu Thalib. Jika demikian perjalanan itu dilakukan sebelum Rasulullah saw hijrah ke Madinah yaitu pada tahun 622 M. Waktu itu Masjidil Haram masih berupa tanah lapang terbuka disekeliling bangunan ka’bah dan belum ada bangunan masjidnya. Begitupun di Jerusalem, pada tahun itu didaerah itu tidak ada bangunan masjid satupun. Masjidil Aqsa yang ada sekarang adalah bangunan yang dibuat oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik pada tahun 715 M. Itu berarti sekitar 100 tahun yang lalu perjalanan Isra’ Rasulullah saw.

Ketika Umar bin Khattab r.a sampai lokasi itu pada tahun 636 M atau empat tahun setelah wafatnya Rasulullah saw, dia hanya menemukan lapangan kosong yang berisi puing-puing yang ditumbuhi rumput liar dan tidak ada bangunan apapun. Pertanyaan kita adalah dimana Rasullah saw sholat bersama dengan nabi yang lain? Apakah ditanah lapang yang ditemukan oleh Umar? Tidak mungkin sebab dalam hadits diriwayatkan ketika Nabi saw menyampaikan kisah Isra’ orang Mekah mengujinya dengan menanyakan berapa jumlah tiang Masdjidil Aqsa dan Nabi Muhammad saw menjawabnya dengan tepat. Kalau begitu harus ada bangunan yang ada disana.

Ada beberapa hipotesis mengenai hal itu,
1. Isra’ berlangsung hanya roh saja, seperti impian yang benar, ru’yah shodiqoh, yang sering dialami oleh para nabi dan orang-orang shaleh. Tetapi jika demikian perjalanan Isra’ bukanlah mukzizat.
2. Isra’ dengan jasmani namun tidak pergi ke Jerusalem. Mungkin saja Masjid yang jauh dari Mekah karena Masjidil Aqsa artinya adalah masjid yang terjauh.
3. Isra’ memang ke Jerusalem namun lokasinya bukan yang menjadi Masjidil Aqsa yang sekarang karena masjidil Aqsa yang sekarang pada tahun 600-an adalah lapangan kosong. Dan inilah tugas dari arkeolog muslim untuk menelitinya.
4. Isra’ adalah fenomena perjalanan antarwaktu. Rasulullah saw dalam semalam bukan hanya menembus perjalanan yang jauh antara Mekah-Jerusalem melainkan juga menembus waktu mundur ke tahun 950 sebelum masehi. Pada zaman itu, jerusalem memang ada bangunan ibadah megah yang dinamai Haikal dan dibangun oleh Nabi Sulaiman as.

Inilah hipotesis-hipotesis yang harus kita uji kebenarannya. Semoga saja diwaktu yang akan datang Allah swt memberikan petunjuk-Nya kepada kita untuk memecahkan misteri ini. Amin. Insya Allah.