3. SBY dan Isu Miring
SBY sering kali diisukan hl-hal yang miring. Dari mulai ketika beliau aktif di TNI sampai dengan ketika mencalonkan untuk pertama kali menjadi seorang presiden dan beliau berhasil menjadi presiden RI periode 2004-2009.

Diantara isu-isu miring itu adalah
A. Masalah Timur-Timor
Seringkali SBY dikaitkan dengan Timur-Timor yang berhasil memisahkan diri menjadi sebuah negera tersendiri dari Indonesia. Saat itu SBY masih menjadi salah satu petinggi TNI, dan ada isu bahwa SBY terlibat dengan pembebasan Timur-Timor.

Ketika diwawancarai SBY membantah akan isu itu. SBY mengatakan bahwa ada proses pengadilan yang telah berlangsung pada saat itu, yaitu pengadilan HAM ad hoc tentang Timur-Timor. Jadi terlepasnya Timur-Timor dari Indonesia itu adalah merupakan keputusan dari pengadilan.

SBY tidak menampik pandangan-pandangan luar negeri yang mengatakan bahwa TNI yang paling bertanggung jawab atas pelanggaran HAM berat di Timur-Timor. SBY menyatakan bahwa beliau mengembalikan pada proses hukum yang berlaku. Jadi, menurut SBY hukum lah yang menentukan apakah TNI memang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Timur-Timor ataukah tidak.

Pada permsalahan Timur-Timor SBY menyerahkan itu semua pada mekanisme yang ada sekrang ini. Yang pasti menurut SBY tema besar saat ini adalah peace, justice and democracy . Peace dalam arti negara kita hidup, integritas teritorial harus tetap dipertahankan.

B. Kecurigaan Terhadap Presiden Mantan TNI

SBY ketika masih menjadi anggota TNI
SBY ketika masih menjadi anggota TNI
Kecurigaan pihak-pihak tertentu kepada presiden mantan TNI adalah jika pemimpin negara kita berasal dari latar belakang TNI maka mereka itu akan otoriter, refresif, dan tidak demokratis. Semua itu bukan merupakan ciri Indonesia yang demokratis.

Pandangan demikian menurut SBY terlalu berlebihan. Menurut pandangan beliau pendekatan itu merupakan pendekatan yang hitam putih. Banyak pengalaman didunia ini, termasuk di Indonesia yang menunjukkan hal-hal tersebut tidak berlaku. Ada juga tokoh sipil yang otoriter dan refresif, meskipun banyak yang demokratis. Tentara, setelah berada di lingkungan politik banyak yang demokratis.

Oleh karena itu, jika selama ini SBY memimpin negeri ini dengan otoriter, refresif dan tidak demokratis hanya rakyat Indonesia yang bisa menilai hal itu.

C. Istri Pindah Agama Menjadi Kristen
Ada yang mengatakan atau ada isu bahwa istri dari Susilo Bambang Yudhoyon yaitu Ani Yudhoyono pindah agama dari awalnya seorang muslimah atau orang yang beragama islam menjadi seorang kristen.

Istri SBY
Istri SBY
Mendapat isu seperti ini SBY sangat menyayankan kepada lawan politiknya yang sudah menggunakan teknik-teknik kotor atau istilahnya adalah politik kotor dengan menfitnah dirinya. Seharusnya para lawan politik SBY itu harus bersaing secara sehat dan melakuka politik yang cerdas.

Dihadapan Allah swt SBY ingin memberikan klarifikasi atas ada beberapa isu negatif yang sangat mengkreditkan kehormatan dan kepribadian beliau.

SBY lahir di Pondok Pesantren Tremas, Ibu beliau merupakan salah satu keluarga dari Kiai Tremas dan SBY memilki ayah yang termasuk salah satu santri Gontor. Jadi sejak lahir SBY dan Istri telah memeluk agama Islam sampai saat ini. SBY dan Istri telah pernah melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukuk Islam kelima dan menandakan bahwa mereka adalah seorang muslim.

SBY tidak pernah membenci agama lain dan inilah nilai yang SBY miliki. Nilai keislaman dalam konteks ukhwah yang SBY jalankan dalam kehidupannya.

D. SBY Memilki Hubungan dengan CIA dan Menerima Bantuan Dari Luar Negeri?
SBY membantah dugaan adanya hubungan CIA dengan dirinya atau bahkan yang berada dibelakang beliau. Beliau mengatakan, “Tidak ada satu orang pun agen intelijen dari negara lain, termasuk CIA yang berhubungan dengan saya, apalagi berada dibelakang saya. Tidak ada satu dolar pun bantuan dari luar negeri, apalagi terhadap Partai Demokrat.

Menurut pengakuan SBY, Partai Demokrat susah mencari dana. Ketika dimintai dana untuk biaya saksi di TPS, partai ini tidak mampu. Karena Partai Demokrat menurut beliau ketika itu memang tidak mempunyai uang. Sementara itu, kita semua tahu ada yang mudah sekali mengumpulkan uang sampai ratusan miliar rupiah. SBY khawatir ada maling teriak maling.