Menyenangkan Hati Orang lain
Menyenangkan Hati Orang lain
Kadangkala kita dirundung masalah yang tidak pernah ada habisnya. Setiap waktu kita terpaksa untuk memikirkan cara menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi, dan yang paling kita butuhkan saat itu adalah hiburan yang diberikan orang-orang yang kita sayangi atau orang yang dekat dengan kita atau orang yang berbaik hati menghibur kita. Semua hiburan yang kita terima itu dengan tujuan agar kita bisa menghadapi masalah dengan lebih optimis.

Semua manusia yang ada dibumi ini pasti memilki masalah yang harus dihadapinya, kecil atau besar masalah itu kita harus menghadapinya dengan jiwa kesatria tanpa sedikitpun ada pikiran untuk menghindar dari masalah.

Kadangkala kita tidak setiap waktu mendapatkan masalah besar yang perlu kita pikirkan dengan sangat serius dan membutuhkan banyak waktu yang kita milki. Oleh karena itu sebesar apapun masalah yang kita hadapi sempatkanlah untuk menyenangkan orang lain agar kita pun terbawa senang dan bisa menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Islam merupakan agama yang damai dimana setiap pemeluknya selalu menjadi teman yang selalu ada ketika dibutuhkan, selalu menghibur kepada orang lain, selalu ceria dan banyak sikap baik lainnya lagi.

Islam mengajarkan kepada kita agar selalu menyenangkan perasaan orang yang sedang kesusahan. Para nabu terdahulu pun memberikan contoh kepada kita agar senantiasa menghibur orang lain.

Allah berfirman, “Bagi wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) harta yang diberikan kepadamu dengan cara yang baik sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S Al-Baqarah: 24)

Perasaan wanita yang telah dicerai pasti pikirannya kacau. Oleh karena itu memberikan harta merupakan salah satu cara untuk menghiburnya.

Para nabi terdahulu pun kadang memilki masalah berat sebagaimana kita dan mereka pun mendapatkan hiburan dari orang terdekatnya.

Salah satu contohnya adalah Nabi Ibrahim as. Para ulama menyebutkan bahwa Ibrahim telah dihibur setelah mengalami kesedihan berupa sedikitnya jumlah orang yang beriman kepadanya dan setelah dilemparkan ke dalam api. Allah menghibur nabi Ibrahim dengan menjadikan kalimat tauhid berkembang pada keturunannya dan para rasul kemudian adalah dari keturunannya, sebagimana filman Allah, “Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali pada tauhid itu.” (Q.S Az-Zukhruf: 28)

Jika kita ingin memberi sesuatu kepada seseorang atau tidak bisa memberi kepada seseorang, maka gunakanlah kata-kata yang baik. Hendaklah pemberian dan penolakan disertai dengan akhlak yang baik dan pujian yang indah. “Berikanlah kepada kerabat dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, jangan engkau menghambur-hamburkan hartamu dengan boros. Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar pada tuhannya. Jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka kata-kaa yang pantas.” (Q.S Al-Isra: 26-28)

Panutan kita yaitu Rasulullah saw memberi contoh kepada kita bagaimana cara untuk menghibur orang lain.

Ada dua orang yang berseteru karena sesuatu yang penting dan mereka datang kepada Rasulullah saw. Kemudian belai menenangkan keduanya dengan ucapan, “Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Aku akan menyelesaikan urusan kalian berdua dengan menggunakan kitab Allah yang mulia.” (H.R Bukhari dan Muslim) Ucapan ini membuat hati mereka tenang dan mengetahui bahwa hukum yang seumpurna dan adil bagi mereka adalah hukum Allah. Kemudian mereka berdua menerima dengan perasaan taat.

Sebagai umatnya kita harus menyelesaikan masalahn dengan kebenaran dalam pandangan mereka tanpa menyakitinya dan menyenangkan perasaan orang lain sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

Ada sebuah nasihat dari Musthafa al-‘Adawy kepada kita. Nasihatnya adalah sebagai berikut.

“Bersungguh-sungguhlah, wahai hamba Allah dalam menghibur hati orang-orang yang berduka, baik dengan kata-kata yang baik, memberi hadiah, mengunjunginyam atau dengan segala cara yang bisa meringankan musibah yang menimpa saudara-saudara dan mengibur hati mereka. Pilihlah kata-kata yang baik ketika anda meminta izin dari seseorang, anda mendapatkan pahala karena kata-kata baik itu dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahal orang-orang yang baik.”

Semoga pelajaran kali ini membuat kita bisa lebih sering menghibur orang lain dan menjadikan derajat kita lebih tinggi dimata Allah swt. Amin.