SBY
SBY
Dialah Susilo Bambang Yudhoyono yang akan kembali memimpin negeri yang kita cintai ini bersama dengan Boediono periode 2009-2014. Untuk lebih mengenal pemimpin kita ini saya akan membahas dalam beberapa bagian setiap hari seninnya sampai dengan selesai.

1. Asal Mula panggilan SBY
Sebutan SBY terhadap Susilo Bambang Yudhoyono berawal ketika belai menjadi Menko Polsoskam dalam kabinet Gus Dur. Ketika itu ada krisis politik dan krisis kepemimpinan membuat beliau sering tampil di arena politik. Dan untuk kemudahan penyebutan -terutama pers- menyebut SBY.

SBY merasa bahwa seringkali orang salah menyebut namannya atau tertukar namanya, “orang sering terbalik-balik dalam menyebut nama saya. Ada Bambang Susilo Yudhoyono atau Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi kalau SBY tidak pernah salah, jadi daripada mereka sulit menghapal nama saya, keliru dan terbolak-balik, dengan SBY menjadi pas” ungkapnya.

Panggilan SBY tidak hanya terkenal didalam negeri saja, orang yang berasal dari luar negeri pun mengetahui mengenai ikon SBY. Apabila beliau berada di acara-acara yang tidak terlalu formal seperti kunjungan anggota kongres dari negara lain, atau acara temu muka dengan ekspartrat, foreign journalist mereka memanggil beliau dengan nama MR.SBY (ejaan bahasa Inggris).

2. Pandangan SBY untuk Membangun Masa Depan Indonesia
Menurut pandangan SBY ada dua agenda yang harus diprioritaskan untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dua hal itu adalah penyelamatan dan pembangunan kembali Indonesia. “Komitmen ini perlu, setelah kita dihantam krisis multidimensi yang dalam, dan mengalami pergantian kepemimpinan nasional yang dramatis dengan segala implikasinya” jelasnya.

Dalam pandangan SBY keselamatan harus diprioritaskan karena ada kecenderungan kalau kerangka bernegara di Indonesia ini tidak lagi menjadi landasan dalam semua proses kehidupan bernegara. Dalam arti, apakah nilai-nilai jati diri dan konsensus dasar kebangsaan yang telah diletakkan oleh the founding fathers, dan telah kita uji dalam proses sejarah bangsa kita atau tidak.

Kalau tidak, maka dengan mudah kita mengatakan, “Republik Indonesia sebagai sebuah negara nasional atau national state, sudah tidak eksis lagi karena cenderung berubah menjadi negara baru.” Karena itulah penyelamatan yang harus lebih diprioritaskan.

Negara yang benar harus dalam pengertian tetap tumbuh dan melestarikan nilai jati diri dan konsensus dasar kenegaraan. Terrmasuk kehiudpan konstutisional yang demokrastis. Inilah sebetulnya tugas pemimpin negara.

Peran presiden yang dipegang teguh oleh SBY adalah seorang presiden yang harus bisa menjadifigur yang memiliki kapasitas untuk menjadikan tahun ini dan seterusnya dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap eksis, tegak dan tumbuh menjadi nation state yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

3. Konsep Dasar Pembangunan Kembali Indonesia
Kehidupan politik, kemanan hukum, hak asasi manusia, ekonomi, dan sosial budaya harus bisa ditata sedemikian rupa sehingga krisis atau ekor krisis ini betul-betul telah kita tuntaskan, dan kemudian berbagai kehidupan dibidang itu betul-betul terbangun dan insya Allah bisa tumbuh kembali. Itulah yang disebut SBY sebagai konteks pembangunan kembali Indonesia dan tugas dari seorang kepala pemerintahan (good government).

Untuk membnagun kembali Indonesia agar lebih baik lagi menurut SBY diperlukan tranparansi, responsif dan accountable dari pemerintah dan itulah cara akan terwujud pemerintahan yang baik atau good government.

Dengan cara seperti itu yaitu responsif, transparan, dan accountable tentu akan mendapat trust, kepercayaan tinggi dari masayarakat. Kalau rakyat sudah percaya, maka mereka akan membatu langkah pemerintah untuk mencapai tujuannya, membangun Indonesia baru, Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.