diammBerbicara adalah kehatan yang pasti dilakukan oleh semua manusia setiap harinya. tampa berbicara, manusia tidak akan pernah bisa memenuhi keinginginannya atau pun hasratnya. Karena dengan bicarakag seseorang bsa mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya.

Hari jum’at ini kita akan membahas mengenai berbica. Berbicara adalah hal yang mudah dilakukan oleh setiap orang. Namun apakah kita bisa menjamin kata-kata yang keluarkan setiap hari, setiap kam atau setiap detik bermanfaat bagi orang lain?

Didalam bukunyua yang berjudul Fikih Akhlak Musthafa al-‘Adawy menjelaskan bahwa Rasulullah saw tidak menyukai orang yang terlalu banyak bicara. Rasululah saw bersabda,

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya. Sesunguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat adalah orang yang banyak mengumbar kata (ats-tsartsarun), orang yang besar mulut (al-mutasyaddiqun) dan orang yang sombong (al-mutafaihiqun). Mereke berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami mengerti tentang ats-tsartsarun dan al-mutasyaddiqun. Lalu apa yang dimaksud dengan al-mutafaihiqun?’ Beliau menjawab, ‘Dialah orang yang sombng.'” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits diatas sangat jelas sekali bahwa Rasulullah saw sangat tidak menyukai dengan orang yang banyak bicara, maka kita sebagai kaum muslimin yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya harus senantiasa mematuhi segala aturan dan menjauhi latangan-Nya dalam hal ini kita tidak boleh berbicara yang tidak mengandung manfaat atau sia-sia.

Diantara karakter orang yang beriman adalah menghindarkan diri dari kesia-siaan. Allah berfirman,

“Berungtunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholat dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”
(Q.S Al-Mu’minum:1-3).

Mulut diciptakan satu memiliki hikmah agar mulut kita tidak bekerja (berbicara) melebihi tangan (bekerja) yang diciptakan lebih banyak. Semua orang termasuk didalamnya adalah kita menginginkan agar orang lain itu tidak banyak bicara namun banyak bekerja. Jadi agar kita disukai oleh orang lain lebih baik tangan kita yang berbicara daripada mulut kita yang berbicara.

Setelah pemilihan presiden 8 Juli lalu siapapun yang terpilih kita sangat menginginkan yang tidak hanya pandai dalam berpidato diatas podium namun pandai juga daam hel membuktikan kata-katanya (janjinya) dalam sebuah tindakan yang nyata.

Orang yang banyak bekerja lebih dihormati, disukai dan disegani dibandingkan denga orang yang banyak bicara. Taatlah pada apa yang diperintahkan oleh Rasulullah saw bawa orang yang bisa menjaga mulutnya agar berbicara yang tidak sia-sia agar kita mendapatkan surga yang kekal abadi. Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa menjamin kepadaku akan apa yang ada diantara jenggot dan kumisnya (maksudnya adalah mulutnya) dan apa yang ada diantara dua kakinya (maksudnya adalah kamualuan), maka aku akan menjamin surga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diam merupakan cara yang terbiak bagi kita jika kita tidak bisa menjaga kata-kata yang kita keluarkan. Pepatah mengatakan bawah diam itu adalah mas. Hal ini berarti bahwa diam adalah cara yang paling baik agar kita selamat dan berharga seperti halnya mas.

Ada orang yang mengatakan bahwa setajam-tajamnya pedang tidak akan setajam lidah. Ada pula sebuah lagu yang salah satu liriknya menyatakan bawha lidah tidak bertulang. Kita sangat mengetahui dan memahami bahwa kekuatan kata-kata sangat besar. Kata-kata bisa mendamaikan dua orang yang sedang bertengkar dan bisa juga kita membuat dua orang bertengkar yang tadinya sangat akrab.

Karena besarnya kekuatan dari kata-kata ini kita tidak boleh mengombar kata-kata yang sia-sia. Pikirkanlah apa yang ingin kita ucapkan. Ingat tangan kita diciptakan lebih banyak daripada mulut jadi banyak-banyaklah menggunakan tangan untuk bekerja daripada menggunakan mulut untuk berbicara.

Jika kita tidak bisa berkata baik maka cara yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan cara diam. Dengan diam kita akan selamat dari kata-kata yang bisa saja keluar dari mulut kita perkataan sia-sia.n Rasulullah saw bersabda,

“Barangsuapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Semoga kita bisa menjaga mulut kita dari berbicara yang tidak berguna dan sia-sia. Amin.