sinarCahaya merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi ini, tanpa cahaya kita tidak akan pernah bisa melihat pemandangan yang indah, wajah yang tampan atau cantik dan lain sebagainya karena dengan cahaya lah kita bisa melihat dan bisa beraktivitas dari pagi hari hingga malam hari. Kita harus ingat bahwa cahaya tidak pernah abstein setiap hari, jam atau bahkan detik. Cahaya selalu ada untuk kita setiap saat. Oleh karena itu pada hari rabu ini saya akan membahas mengenai cahaya agar kita lebih mengenal dengan cahaya.

Mungkin sebagian besar kita tidak tahu berapa sebenarnya kecepatan cahaya itu. Kecepatan rambat cahaya adalah 186.000 mil per detik. Diluar angkasa sana, ada bintang yang cahayanya membutuhkan waktu ribuan tahun untuk mencapai bumi.

Sebelum melanjutkan pembahasan kita kali ini mengenai cahaya saya ingin bertanya apakah cahaya dan sinar itu sama? Atau apakah perbdaan antara cahaya dan sinar?

Jika anda mengetahui saya ingin mengingatkan kembali. namun jika anda tidak mengetahuinya saya akan memberitahunya. Itulah tugas saya dalam menulis artikel ini.😀😀

Menurut Dr.Eng.Herman fisikawan Institut Teknologi Bandung (ITB) cahaya dan sinar itu sama namun yang membedakannya adalah sumber dan panjang gelombang. “Kami menyebut cahaya dengan istilah gelombang elektromagnetik. Yang disebut sinar atau cahaya itu hanya daerah kecil dalam gelombang elektromagnetik. Ada FM, UV (Ultraviolet), inframerah, dan sinar-X. Itu semua namanya gelombang elektromagnetik.” Ungkap Dr.Eng.Herman.

Al-HaithamAbu Ali Hasan bin al-Haitham, seorang ilmuwan yang hidup pada kurun 965-1040 Masehi mengembangkan teori yang menjelaskan penglihatan manusia dengan menggunakan teknik geometri dan anatomi. teori yang dirumuskan pada abad ke-10 itu menyatakan bahwa setiap titik pada daerah yang tersinari cahaya mengeluarkan sinar cahaya ke segala arah. namun, hanya satu sinar ari setiap titik yang masuk ke mata secara tegak lurus yang dapat dilihat. Cahaya lain yang tidak secara tegak lurus mengenai mata tidak dapat melihat.

Ilmuwan yang memiliki panggilan Alhazen ini menggunakan kamera kamera lubang jarumlubang jarum sebagai contoh pembuktian teorinya. Dari percobaannnya, ternyata kamera itu menampilkan sebuah citra/gambar terbalik sehingga dia menyimpulkan bahwa sina cahaya adalah kumpulan partikel kecil yang bergerak pada kecepatan tertentu. Dia juga mengembangkan teori Ptolemy tentang refraksi (pembiasasan) cahaya namun usaha Alhazen tidak dikenal di Eropa sampai akhir abad ke-16.

Kesimpulan Alhazen bahwa cahaya adalah kumpulan partikel diteruskanIsaac Newton oleh Isaac Newton. Isaac Newton menyatakan dalam Hypothesis of Light pada 1675 bahwa cahaya terdiri dari partikel halus (corpuscles) yang memancar ke semua arah dari sumbernya. Teori ini dapat digunakan untuk menerangkan pantulan cahaya, tetapi hanya dapat menerangkan pembiasan dengan menganggap cahaya menjadi lebih cepat ketika memasuki medium yang padat tumpat karena daya tarik gravitasi lebih kuat.

Christiaan HuygensKesepakatan bahwa cahaya pada hakikatnya adalah sekumpulan partikel terbantahkan saat Christian Huygens mengeluarkan hipotesisnya bahwa cahaya merupakan seberkas gelombang. Teori Huygens ini disebut sebagai teori Teori Gelombang yang berkembang pada abad ke-17.

Christian Huygens menyatakan cahaya dipancarkan ke semua arah sebagai gelomang. teori ini didukung oleh fakta bahwa cahaya dapat berdifraksi (melentur) dan berinterferensi (bercampur) dengan gelombang suara seperti gelombang suara. Sayangnya, teori ini terbantahkan dengan kenyataan bahawa sebuah gelombang memerlukan medium/perantara untuk merambat.

Michael FaradayPada tahun 1845 muncul Teori Elektromagnetik yang ditemukan Oleh Michael faraday yang menyatakan bahwa sudut polarisasi (kutub) dari cahaya dapat diubah dengan medan magnet. Ini adalah bukti pertama kalau cahaya berhubungan dengan elektomagnetisme sehingga Faraday mengusulkan bahwa cahaya adalah getaran elktromagnetik berfrekuensi tinggi yang dapat bertahan walaupun tidak ada medium.

Maxwell (1831-1874) pada abad 19 menguatkan teori Faraday.maxwell Ia menyatakan bahwa cahaya dibangkitkan oleg gejala kelistrikan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektromagnetik. Sesuatu yang berbeda dengan gelombang bunyi tergolong gelombang mekanik. Gelombang elektromagnetik dapat merambat dengan atau tanpa medium. Kecepatan rambatnya pun amat tinggi bila dibandingkan dengan gelombang bunyi. Gelombang elektromagnetik merambat dengan kecepatan 3000.000 km/detik.

Pendapat Maxwell tak terbantahkan ketika Hertz (1857-1894) berhasil membuktikan secara eksperimental yang berturut-turut menemukan berbagai gelombang yang tergolong gelombang elektromagnetik seperti sinar X, sinar gamma, gelombang mikro RADAR dan sebagainya.

Max planckSetelah teori partikel, gelombang dan gelombang elektromagnetis menemui jalan buntu, munculah teori kuantum yang digembar-gemborkan oleh Max Planck. Teori ini di mulai pada abad ke-19 dinyatakan pada tahun 1900 bahwa sinar cahaya adalah terdiri dari paket (kuantum) tenaga yang dikenal sebagai photon. Penghargaan Nobel menghadiahkan Planck anugerah fisika pada 1918 untuk kerja-kerjanya dalam penemuan teori kuantum, walaupun dia bukan orang yang pertama memperkenalkan prinsip asas partikel cahaya.

EinsteinAdalah Albert Einstein yang kemudian menyempurnakan seluruh hipotesis tentang cahay dalam teorinya yang dikenal dengan teori Dualitas partikel-gelombang. Teori ini menggabungkan tiga teori sebelumnya dan menyatakan bahwa cahaya adalah partikel dan gelombang. Ini adalah teori modern yang menjelaskan sifat-sifat cahaya, dan bahkan sifat-sifat partikel secara umum. Teori ini pertama kali dijelaskan oleh Albert Einstein pada awal abad 20, berdasarkan dari karya tulisnya tentang efek fotolistrik, dan hasil penelitian Planck. Einstein menunjukkan bahwa energi sebuah foton sebanding dengan frekuensinya. Lebih umum lagi, teori tersebut menjelaskan bahwa semua benda mempunyai sifat partikel dan gelombang, dan berbagai macam eksperimen dapat di lakukan untuk membuktikannya. Sifat partikel dapat lebih mudah dilihat apabila sebuah objek mempunyai massa yang besar.

Pada pada tahun 1924 eksperimen oleh Louis de Broglie menunjukan elektron juga mempunyai sifat dualitas partikel-gelombang. Einstein mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1921 atas karyanya tentang dualitas partikel-gelombang pada foton, dan de Broglie mengikuti jejaknya pada tahun 1929 untuk partikel-partikel yang lain.

Dari semua teori tersebut didapatkan kesimpulan bahwa cahaya memilki sifat-sifat antara lain bergerak lurus ke segala arah, dapat dipantulkan (refleksi) dan melentur (difraksi) akibat tarikan gravitasi maupun medan elektromagnet.

Semoga saja setelah membaca artikel ini anda semua lebih mengetahui, mengenal mengenai cahaya yang sangat kita butuhkan ini.