Hari minggu saatnya saya berbagi mengenai hal yang saya tahu namun anda semua (mungkin) tidak tahu dalam ketegori “Tahu Gak?”.

Saat ini saya akan berbagi bertemakan bulan. Bulan yang selalu dijadiakan perlambang romantis bagi setiap pasangan. Judul yang saya tulis diatas adalah “Di Balik Romantisnya Bulan” merupakan salah satu judul yang ada dalam buku Percikan Sains dalam Al-Qur’an Menggali Inspirasi Ilmiah yang ditulis oleh Ir.H. Bambang Praggono, MBA.IAI.

Bulan memiliki fungsi antara lain untuk menghitung tanggal, sebagai daya pembangkit birahi yang memicu masa kawin binatang atau sebagai pembuat suasana romantis.

Bulan yang romantis
Bulan yang romantis
Bulan dipercaya memiliki kukuatan magic yang dapat mempengaruhi jiwa manusia yang melihatnya. Bahkan di Romawi ada dewi bulan yang disebut Luna. Sehingga dalam bahasa Inggris orang yang kurang sadar disebut Lunatic yang berarti tersihir bulan. Didunia cinta kita mengenal pribahasa pungguk merindukan bulan atau di wajahmu kulihat bulan.

Bulan yang selalu menemani kita setiap malam memilki peranan yang sangat penting bagi kehidupan dimuka bumi ini. Sebelum kita membahas mengenai pentingnya bulan bagi kehidupan dimuka bumi kita membahas dulu hal yang dasar mengenai bulan ini.

Bulan merupakan satu-satunya satelit yang dimiliki oleh planet bumi dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 ditata surya. Manusia denga teknologinya bisa mencapai bulan (meskipun saya tidak terlalu yakin apakah benar memang itu fakta). Orang yang pertama kali mendaratkan kaki beserta badannya adalah Y.Gagarin dan Neil Amstrong.

Bulan berdiamer 3476 KM dengan jarak antara bulan dan bumi sejauh 385.000 KM sehingga bulan merupakan benda langit terbesar yang paling dekat dengan bumi. Jika jarak dengan matahari sejauh 149.615.600 KM.

Tycho
Tycho
Apabila kita buka google dengan keyword “bulan” maka akan ada penjelasan bahwa dalam 1 bulan= 30,4368499 hari. Permukaan bulan bertabur batu dan terdiri dari hamparan titik-titik kawah yang tak terhitung jumlahnya. Diperkirakan umur batuan tersebut 4.420.000.000 tahun. Dua kawah yang diketahui terletak pada permukaan bulan diberi nama Copernicus dan Tycho.

Bulan berotasi setiap 27 1/2 hari, tetapi karena gerakan perputaran bumi, bulan memerlukan waktu lebih yaitu 29 1/2 hari untuk kembali pada posisinya yang semula. Ketika bulan mengelilingi bumi, kita hanya melihat hanya setengah dari cahaya bulan. Ketika bulan telihat berubah bentuknya maka inilah yang disebut bulan baru.

Copernicus
Copernicus

Ada hal buruk yang akan terjadi pada bulan yang selalu menemani kita setiap malam. Hal buruk itu adalah bulan yang setiap malam kita lihat tidak akan terlihat lagi oleh manusia. Bukan berarti bulan menghilang dengan kekuatan gaib sehingga bulan tidak bisa dilihat lagi namun bulan akan menjauh meninggalkan bumi.

Gaya tarik menarik antara bulan dan bumi memperlambat putaran bumi setiap tahunnya sebanyak 1,5/1000 detik.

Bukan tanpa alasan Neil Armstrong manusia pertama yang menginjakkan kakinya dibulan meninggalkan jejek panel reflektor yang terdiri atas 100 cermin beberapa menit sebelum dia meninggalkan bulan pada 21 Juli 1969. Reflektor inilah yang kemudian menuntun manusia pada penemuan fakta mencengangkan.

Prof Carrol Alley fisikawan dari University of Maryland, Amerika Serikat mengamati pergerakan orbit bulan. Caranya adalah dengan menembakkan laser dari observatorium ke reflektor di bulan. Dan hasilnya setelah pengamatan beberapa tahun didapatkan bahwa jarak bumi-bulan semakin menjauh.

Diperkuat dengan pengamatan dari McDonald Observatory, Texas, Amerika Serikat dengan menggunakan teleskop 0,7 meter diperoleh fakta bahwa jarak orbit bulan menjauh dengan laju 3,8 centimeter pertahun.

Para ahli menghitung bahwa pada awalnya bulan hanya berjarak 23.000 KM dari bumi. Ini berarti sekitar 15 kali lipat bulan telah menjauh dari bumi kita ini. Dan ini menunjukkan bahwa pada suatu saat nanti bulan akan semakin menjauh, mengecil dari penglihatan kita dan tidak bisa lagi menutup matahari di waktu gerhana.

Jarak Bulan dan Bumi yang Menjauh
Jarak Bulan dan Bumi yang Menjauh
Disedotnya kecepatan rotasi bumi oleh bulan mengakibatkan siang dan malam semakin lama semakin panjang dan akhirnya berhenti. Sebelah bumi akan siang terus dan sebelah bumi yang lainnya akan malam terus. Fakta menjauhnya orbit bulan ini menjadi ancaman tidak hanya populasi manusia, tetapi juga kehidupan makhluk hidup di bumi. Pergerakan bulan, seperti diungkapkan Dr Jacques Laskar, astronom dari Paris Observatory, berperan penting menjaga stabilitas iklim dan suhu di bumi.

”Bulan adalah regulator iklim bumi. Gaya gravitasinya menjaga bumi tetap berevolusi mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi 23 derajat. Jika gaya ini tidak ada, suhu dan iklim bumi akan kacau balau. Gurun Sahara bisa jadi lautan es, sementara Antartika menjadi gurun pasir,” ucapnya kepada Science Channel.

Dalam kurun waktu 26.000 tahun, sumbu ke arah bintang polaris dikutub utara akan tampak membentuk lingkaran kecil dilangit, bukan suatu titik yang tetap. Memang putaran itu kecil, tetapi tetap saja sumbu bumi terbukti goyang. Goyangan ini ternyata diredam oleh adanya bulan yang mengitari bumi sehingga tidak semakin membesar dan membahayakan.

Roket
Roket
Beberapa kejadian gempa besar di Tanah Air yang pernah tercatat diketahui juga terkait dengan pergerakan bulan. Gempa-tsunami Nanggroe Aceh Darussalam (2004), Nabire (2004), Simeuleu (2005), dan Nias (2005) terjadi saat purnama. Gempa Mentawai (2005) dan Yogyakarta (2005) terjadi pada saat bulan baru dan posisi bulan di selatan.

Di masa depan, bulan menjadi harapan manusia untuk kelangsungan hiduonya. Jumlah manusia yang semakin banyak hingga hampir 15 miliar diathun 2050. Dan untuk mengatasi hal itu kini manusia berusaha untuk mencari tempat ketika bumi sudah tidak bisa lagi ditempati yaitu planet-planet atau satelit seperti bulan.

Awalnya ekspedisi ke bulan menyatakan negatif adanya air. Sampai pada bulan Marey 1998 pesawat Lunar Prospector mendeteksi adanya air es berasal dari komet yang berada dibawah kutub utara dan selatan bulan. Diperkirakan sebanyak 6 miliar metrik ton air es tertanam 45 cm dibawah pasir. Penemuan itu membuka harapan baru. Air es yang beku di bulan bisa diproses menjadi udara untuk benafas, air bersih untuk minum, hidrogen untuk baterai dan oksigen cair untuk bahan bakar roket.

Bulan disebut sebagai pertanda romantisme
Bulan disebut sebagai pertanda romantisme
Dibalik romantisnya bulan ternyata banyak tersimpan sejuta rahasia yang belum kita ketahui. Betapa pentingnya bulan untuk kita dan betapa berpotensinya bulan untuk kita.

Kita tidak akan tahu jika kita tidak bertanya
Kita tidak akan pintar jika kita tidak belajar
kita tidak akan tidak tahu jika tidak diberitahu
Belajar, bertanya, berfikir, dan membaca