Ketika saya membaca Majalah Percikan Iman edisi no 1 Th VIII Januari 2007 saya agak kaget membaca salah satu artikel yang ada dalam majalah itu. Judulnya adalah “Bumi Bolong?” yang ditulis oleh Ir. H Bambang Praggono MBA IAI dalam rubrik sains dalam Al-Qur’an.

Dalam artikel itu dijelaskan bahwa bumi tempat kita tinggal ini memiliki lubang dibagian utara dan selatan. Lubang itu telah ada sejak dahulu hingga sekarang.

Bukti-bukti yang disebutkan oleh penulisnya adalah
EdmondHalley1. Tahun 1692 Sir Edmund Halley astronom Ingggris penemu komet halley mengatakan bahwa bumi bolong ditengahnya dan didalamnya ada kehidupan yang diterangi oleh atmosfer bercahaya. Gas cahaya itu bocor ke permukaan bumi melalui lubang di kutub utara sehingga membentuk aurora borealis (sinar ajaib warna warni di langit sekitar kutub).

2. Leonhard Euler seorang ahli matematika asal Swiss berteori bahwa ada makhluk cerdas di dalam bumi dan ditengahnya ada matahari berdiameter 600 mil.

3. Tahun 1979 Dr. Raymond Bernard dalam bukunya The Hollow Earth menyebtutkan bahwa kulit terluar bumi tebalnya 800 mil, lalu terdapat rongga besar. Karena gaya gravitasi tidak aa maka makhluk di sana tumbuh bebas berrukuran raksasa. Mungkin saja alien yang sering di bicarakan berasal dari bumi.

4. Pada tahun 1846 ditemukan seeokor mammoth, gajah purba berbulu tebal yang membeku di Siberia. Anehnya, di mulut mammoth itu ada makanan segar segingga ada dugaan bahwa binatang purba tadi baru saja keluar hidup-hidup dari bawah bumi lewat lubang di kutub utara.

5. Negeri Atlantis dan suku Maya hilang secara tiba-tiba dianggap pindah masuk ke pusat bumi dan masih dan masih ada sampai sekarang.

6.Jan Lampreceht di tahun 1998 berteori tentang adanya 12 koloni makhlul cerdas dari galaski yang menetap di sana. Sehingga piring terbang (UFO) datang dari dalam bumi, bukan dari angkasa luar. Merekalah yang diduga membangun piramid dan Eulerkarya-karya berteknologi canggih di zaman purba.

itulah bukti-bukti yang dituliskan oleh Bambang Pranggono dalam artikelnya. Beliau juga mengemukakan hal tersebut berdasarkan Q.S Al Insyiqaq: 3-4.

Apakah kita percaya ataukah tidak itu adalah permasalahan yang harus kita pecahkan.