Siapa yang gak kenal sama film Ketika Cinta Bertasbih karya Chairul Umam yang sedang tayang sekarang-sekarang ini?? Pasti semua orang tahu tentang film ini. Mungkin bukan hanya di Indonesia film ini ditunggu tapi di 5 negara lainnya seperti Mesir, Malysia, Brunei dan negara lainnya pun sangat ditunggu kedatangannya… (Ridho Roma kaleee :D).

ketika_cinta_bertasbihSebuah kehormatan saya menonton film KCB ini bersama orang yang sangat penting bagi kehidupan saya yaitu Ibu saya di salah satu bioskop yang ada di Bandung.๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€. Pendapat saya mengenai film ini adalah film KCB ini bagus, mendidik dan religius sekali. Bukan hanya novelnya yang laris tapi kayaknya filmnya juga bakalan laris deh.

Tapi ada satu hal yang saya agak mengganjal dalam diri saya ketika menonton film KCB ini, pada bagian akhir film KCB ini dibuat ‘to be coniunue’ kemudian di lanjutkan dengan cuplikan KCB bagian ke-2 nya. Saya fikir apakah film ini film lepas ataukah film “sinetron” yang selalu bersambung??

Saya sering memperhatikan ketika ibu saya menonton sinetron kemudian setiap akan selesai ada kata-kata ‘bersambung’ kemudian ada cuplikan untuk episode berikutnya.

Yang saya takutkan dalam film ini adalah apakah film ini tidak menghianati keilmuan mengenai perfilman. Bukankah film lepas biasanya langsung selesai pada saat itu juga? Meskipun ada bagian yang ke-2 nya itu pun tidak di gembar gemborkan seperti halnya film KCB ini.

Apakah mungkin film KCB ini iklankan diri dengan terlalu berlebihan sampai-samapai di cover filmnya ada tulisan “asli mesir” mirip bungkus untuk makanan atau minuman khas suatu daerah.๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€.

Semua pertanyaan saya ini hanya jeritan hati aza.hhaa.
kcb