Saat ini dikelas saya lagi agak sibuk dengan penulisan karya tulis ilmiah untuk mata pelajaran bahasa Indonesia. Sebenarnya saya baru menyelesaikan karya tulis ilmiah untuk lomba yang saya ikuti di UNJANI. Tapi belum lama saya beristirahat dengan semua kata-kata baku yang ada dikepala saya, saya kembali harus menulis karya tulis ilmiah. Kali ini tentang Vaksin. Dan menurut saya tingkat kesulitan menulis karya ilmiah sangat berbeda jauh dengan sebelumnya yaitu mengenai potensi wisata alam Bandung. Tapi semua beban itu sedikit teratasi karena saya mengerjakannya secara berkelompok. Dan saat ini masih dalam proses pembuatan bab 1. Pada bab 1 ini saya kebagian Landasan Teori. Berikut adalah Landasan Teori yang saya buat.

1.6 Landasan Teori

1.6.1 Pengertian Difteri

Difteri merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya pada anak anak. Penyakit ini mudah menular dan menyerang terutama daerah saluran pernafasan bagian atas. Penularan biasanya terjadi melalui percikan ludah dari orang yang membawa kuman ke orang lain yang sehat. Selain itu penyakit ini bisa juga ditularkan melalui benda atau makanan yang terkontaminasi.

Difteri disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae, suatu bakteri gram positif yang berbentuk polimorf, tidak bergerak dan tidak membentuk spora. Gejala utama dari penyakit difteri yaitu adanya bentukan pseudomembran yang merupakan hasil kerja dari kuman ini. Pseudomembran sendiri merupakan lapisan tipis berwarna putih keabu abuan yang timbul terutama di daerah mukosa hidung, mulut sampai tenggorokan. Disamping menghasilkan pseudomembran, kuman ini juga menghasilkan sebuah racun yang disebut eksotoxin yang sangat berbahaya karena menyerang otot jantung, ginjal dan jaringan syaraf (www.blogdokter.net).

Difteri dapat menyerang seluruh lapisan usia tapi paling sering menyerang anak-anak yang belum diimunisasi. Pada tahun 2000, di seluruh dunia dilaporkan 30.000 kasus dan 3.000 orang diantaranya meninggal karena penyakit ini (www.biofarma.co.id).

1.6.2 Pengertian Tetanus
Kata tetanus diambil dari bahasa Yunani yaitu tetanos dari teinein yang berarti menegang. Penyakit ini adalah penyakit infeksi di mana spasme otot tonik dan hiperrefleksia menyebabkan trismus (lockjaw), spasme otot umum, melengkungnya punggung (opistotonus), spasme glotal, kejang dan spasme dan paralisis pernapasan (wikipedia.org).

Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang terdapat di tanah, kotoran hewan, debu, dan sebagainya. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka yang tercemar kotoran. Di dalam luka bakteri ini akan berkembang biak dan membentuk toksin (racun) yang menyerang saraf.

UNICEF (United Nations Children’s Fund/Dana PBB untuk Anak-Anak) menyebutkan dalam situsnya bahwa tetanus sangat berisiko terkena pada bayi-bayi yang dilahirkan dengan bantuan dukun bayi di rumah dengan peralatan yang tidak steril; mereka juga beresiko ketika alat-alat yang tidak bersih digunakan untuk memotong tali pusar dan olesan-olesan tradisional atau abu digunakan untuk menutup luka bekas potongan (www.unicef.org). Angka kematian yang diakibatkan oleh tetanus berkisar antara 15-25%.

1.6.3 Pengertian Pertusis
Pertusis atau batuk rejan adalah penyakit infeksi bakterial yang menyerang sistem pernapasan yang melibatkan pita suara (larinks), trakea dan bronkial. Infeksi ini menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan sehingga menyebabkan serangan batuk yang parah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang bersarang di saluran pernapasan dan sangat mudah tertular (www.warmasif.co.id).

Pertusis dapat menyerang segala umur, 60 % menyerang anak-anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Penyakit ini akan menjadi serius jika menyerang bayi berumur kurang dari 1 tahun. Biasanya pada bayi yang baru lahir dan keadaannya menjadi lebih parah. Pada tahun 2000 diperkirakan 39 juta kasus terjadi dan 297.000 kematian terjadi didunia yang diakibatkan oleh pertusis.

1.6.4 Pengertian Hepatitis B
Penyakit Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Walaupun terdapat 7 macam virus Hepatitis yaitu A, B, C, D, E, F dan G, hanya Hepatitis B dan C yang berbahaya karena dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati.

Hepatitis B menyerang berbagai macam usia, dari mulai kanak-kanak sampai dewasa. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Hepatitis B endemik di China dan bagian lain di Asia termasuk di Indonesia.
Sebagian besar orang di kawasan ini bisa terinfeksi Hepatitis B sejak usia kanak-kanak. Di sejumlah negara di Asia, 8-10 persen populasi orang dewasa mengalami infeksi Hepatitis B kronik. Penyakit hati yang disebabkan Hepatitis B merupakan satu dari tiga penyebab kematian dari kanker pada pria, dan penyebab utama kanker pada perempuan (Kompas). Di dunia, setiap tahun sekitar 10 juta hingga 30 juta orang terkena penyakit Hepatitis B.

1.7 Penemuan Vaksin DTP-HB
Difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B merupakan 4 penyakit yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian pada manusia. Kini sudah ditemukan vaksin untuk mencegah 4 penyakit berbahaya ini.

Vaksin ini bernama DTP-HB yang diproduksi oleh PT BIO FARMA (Persero) dan telah menerima WHO prequalified. Vaksin ini efektif untuk untuk mencegah penyakit Difteri, Tetanus, Pertusis dan Hepatitis B dalam satu vaksin.

Vaksin DTP-HB mengandung DTP berupa toksoid difteri dan toksoid yang dimurnikan dan pertusis (batuk rejan) yang diinaktivasi serta vaksin hepatitis B yang merupakan sub unit vaksin virus yang mengandung HBsAg murni dan bersifat non-infectious. Vaksin Hepatitis B ini merupakan vaksin DNA rekombinasi yang berasal dari HBsAg yang diproduksi melalui teknologi DNA rekombinan pada sel ragi. Vaksin ini meransang tubuh untuk membentuk antibody terhadap difteri, tetanus, pertusis dan Hepatitis B.

h