Aku baru inget kalo aku pernah nulis cerita yang aku beri judul “Catatan kematian”. Cerita ini aku pengen sekali buat ngewujudkannya menjadi sebuah film. Bagi kalian yang gak sengaja atau sengaja baca blog ini dan kebetulan buka artikel ini aku pengen tau gimana pendapat kalian kalo cerita ini jadi film?? Ini ceritanya:

CATATAN KEMATIAN…

Hasan adalah seorang manusia yang sama dengan manusia lainnya. Dia menyukai makanan, cinta, musik dan semua yang biasa di sukai manusia. Dia juga melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh manusia pada umumnya. Dia belajar, dia mandi, dia makan dan semua yang biasa di lakukan manusia yang ‘normal’. Dia pun merasakan apa yang di rasakan oleh manusia pada umumnya. Dia merasakan marah, kesal, benci, rindu, dan semua yang biasa di rasakan manusia pada umumnya.

Namun ada hal yang berbeda pada diri Hasan dan lainnya. Masalah yang di hadapi oleh Hasan lebih berat dari manusia biasanya. Hasan mendapatkan masalah yang tidak pernah selesai. Setiap Hasan ingin menyelesaiakan masalahnya selalu saja menjadi tambah panjang bahkan muncul masalah baru yang Hasan rasakan.

Setiap masalah yang di hadapai oleh Hasan selalu di catan dalam buku harian yang di beri nama “Catatan Kematian” oleh Hasan. Hasan memiliki adik yang bernama Bobi. Bobi sangat menyayangi kakak satu-satunya itu. Bobi mengidolakan Hasan karena Hasan sangat tegar dalam menghadapi masalah dan Hasan terkenal sopan, pandai dan sholeh.

Namun, tokoh idola Bobi ini meninggal. Bobi sangat sedih dengan kepergian dari Hasan. Ketika Bobi membereskan kamar Hasan, Bobi menemukan sebuah buku catatan yang di tulis sendiri oleh Hasan. Ketika membaca catatan harian yang di tulis oleh Hasan Bobi sangat terharu sekali. Pasalnya banyak kejadian yang sangat menyedihkan dan sangat mengharukan.

Setelah menyelesaikan membaca buku harian miliki Hasan Bobi pun menutup buku itu, namun ketika akan menutup buku itu tertulis kaliamat. “Hari ini adalah kematian yang sedang aku alami dan semua kesedihan ku di dunia ini menghilang. Namun, aku harus menghadapi ujian yang sangat berat nanti yaitu hari penghitungan di mana setiap manusia akan di mintai pertanggung jawabannya atas semua perbuatan aku selama di dunia. Selamat tinggal dunia fana. Aku akan mengelami dunia yang penuh dengan kenikmatan.”

Bobi sangat terkejut dengan catatan ini. Mana mungkin kakaknya Hasan mengetahui kapan dia akan meninggal. Mungkin inilah mukzijat dari Tuhan atas kesetiaan Hasan yang selau beribadah dan taat kepada Tuhan. Dan Bobi mengambil pelajaran bahwa kita hidup di dunia ini adalah sementara. Biarlah kita merasakan banyak masalah asalkan kita tidak meninggalkan kewajiban kita kepada Tuhan yang telah menciptakan kita. Sepatutnyalah kita tidak melupakan-Nya…