Kemarin tanggal 3 Februari saya pergi ke bisokop yang berada di Pateur Bandung tepatnya di BTC (Bandung Trade Center) untuk menontop sebuah film. (Ya iyalah namanya ke bioskop pasti nonton😀 :D).

Saat itu saya berniat untuk menonton film yang di sutradarai oleh Helfi yang berjudul “Sumpah, (ini) Pocong!!”. Saya pikir diantara film Indonesia yang keluar saat ini yang paling menarik adalah film ini. Sebelumnya saya telah membaca sinopsis dari film ini lewat internet.

Film ini bercerita tentang Sugandi kepala desa Sukabumi yang ingin mempertahankan jabatannya sebagai kepala desa. Untuk menjadikan dia tetap menjadi kepala desa pada periode berikutnya, dia pergi ke Mbah Bolon dukun kampung tetangga.

sumpah-ini-pocongSuatu ketika belang Sugandi diketahui oleh warga masyarakat nya. Sugandi telah melakukan selingkuh dengan penyanyi dangdut yaitu Neneng. Karena tidak ingin reputasinya jatuh, Sugandi melakukan sumpah pocong yang dilakukan dengan di saksikan oleh masyarakat dan masyarakat pun kembali percaya kepada Sugandi meskipun mereka tahu sebenarnya apa yang terjadi.

Ada hal yang lucu pada saat Sugandi akan melakukan sumpah pocong, pada saat akan dilakukan sumpah pocong kain kafan belum disediakan. Kemudian Tatang Hansip desa diperintahkan oleh Sugandi untuk mencari kain kafan untuk dirinya. Karena binging, Tatang pun pergi ke desa tetangga yang di sana ada orang yang meninggal. Tatang mengelabui warga bahwa didesanya terdapat firus flu burung dan Tatang meminta kepada warga yang sedang melayat untuk keluar terlebih dahulu agar Tatang bisa memeriksanya.

Ternyata, bukan memeriksa yang dilakukan oleh Tatang. Tatang mencuri kain kafan yang di pakai oleh mayat tersebut dan di tukar dengan sarung. Tak disangka oleh Tatang, hantu  pocong yang bersarung itu  menuntut balas kepada Tatang.

Film itu dipenuhi dengan adegan-adegan yang lucu dan membuat penonton tertawa melihatnya. Apalagi yang bermain adalah seorang yang terbiasa menghibur penonton dengan lawakannya.

Adegan yang membuat saya menarik adalah ketika pocong itu memanggil pasukannya untuk menyerang dukun Bolon yang mencalonkan diri sebagai Kepala Desa. Menurut pocong, ki Bolon telah menipu Sugandi untuk mendapatkan kembali jabatan kepala desa nya. Pada saat itu pasukan pocong berbaris bak pasukan yang siap untuk berperang. Anehnya, si pocong memberi komando untuk hormat. Pantas saja pocong-p0cong kesulitan untuk hormat karena tangannya di tali.😀😀😀😀.

Terus para pocong di beri komando untuk maju jalan dan sekali lagi mereka cuman goyang-goyang karena mereka kakinya di ikat.ahahahahah. Maka diubahlah dari awalnya adalah “maju jalan” menjadi “lompat jalan”.

Akh, pokoknya rame deh film ini. Gak percaya? Tonton aza film ini di bioskop kesayangan anda.😀😀😀

Maju terus perfilman Indonesia…