Setelah saya mengikuti acara ngobrol bareng belia bersama Sutradara Hanung Bramanto, Penulis skenario Aris, dan Editor Cesa yang di adakan oleh Harian Pikiran Rakyat semangat untuk membuat film kembali muncul.

Apalagi teknik-teknik yang di berikan menjadikan saya bersama teman-teman ingin mempraktekkan nya dalam pembuatan film. Saya bersama teman-teman sangat suka membuat film. Namun film yang kami buat masih bersifat indie atau independen. Namun, kami yakin akan menjadi sineas profesional mulai dari membuat film pendek.

Setelah istirahat beberapa minggu karena saya dan teman-teman sibuk dengan kegiatan dan tugas-tugas yang di berikan sekolah, kami mulai kembali untuk membuat sebuah film. Film yang akan kami buat ini akan kami tayangkan pada saat diresmikan kembali ekskul yang kami beri nama Movie Maker Tujuh Belas atau disingkat menjadi MOEMAZ. Sebenarnya ekskul yang kami buat ini telah di resmikan pada saat siswa baru kelas X mendapatkan pelatihan atau yang biasa di sebut Masa Orientasi Siswa. Namun, kami ingin kembali meresmikan ekskul ini agar siswa di SMA 17 Bandung mengetahui keberadaan kami.

Film terbaru yang akan kita buat salah satu ceritanya berjudul “ARGGGGGGGHHHHH”. Film ini bercerita tentang seorang remaja yang bernama Dimas memiliki banyak keinginan namun setiap keinginannya ingin dicapai, Dimas selalu gagal. Film ini berencana akan diikutlombakan pada festival film pendek yang di adakan oleh Pikiran Rakyat.

Untuk lebeih jelas film apa yang akan kita buat. Berikut adalah sinposis global dari film yang kami beri judul “ARRRRRRGGGGGHHH”.

Dimas adalah remaja biasa yang memiliki banyak sekali keinginan. Dimas tumbuh dikeluarga yang sederhana namun semua kebutuhannya bisa dipenuhi oleh orangtuanya. Sebagaimana remaja pada umumnya, Dimas ingin sekali mendapatkan seorang pacar yang cantik dan mengerti tentang dia. Namun, setiap Dimas mecoba untuk mencari seorang pujaan hati, Dimas selalu gagal. Keinginan selanjutnya adalah Dimas menginginkan rangking pertama di kelas nya. Setiap malam, setiap hari Dimas belajar agar Dimas mendapatkan nilai tertinggi di kelas nya. Namun, Dimas kembali mengalami kegagalan. Naas benar nasib Dimas. Setelah gagal mendapatkan wanita dan nilai tertinggi di kelas nya, orang tua Dimas yang selalu menjadi sandaran meninggalkan Dimas untuk selamanya karena kecelakaan. Otomatis Dimas menjadi tulang keluarganya dan Dimas harus mengurus adiknya yang masih kecil tanpa kedua orangtuanya. Suatu ketika setelah Dimas mengumpulkan uang untuk membeli handphone, ada musibah yang menimpa dirinya. Adik satu-satunya Dimas jatuh sakit dan memerlukan biaya untuk pengobatannya. Dimas pun menggunakan uang yang telah dia kumpulkan susah payah untuk membeli handphone. Dimas merasa setiap dia memiliki keinginan yang besar ataupun kecil, yang mudah ataupun sulit Dimas selalu gagal. Karena itu Dimas memutuskan untuk…

Itulah cerita dari film yang akan kami buat. Film ini pun akan diproduksi oleh ARISTOKRAT FILM PRODUCTION sebagai nama dari produksi kita. Semoga film ini bisa dibuat sesuai rencana dan mudah-mudahan film ini berjalan dengan lancar. Dan semoga film ini mampu manjadi juara di festival film pendek. Amin.🙂🙂🙂