tompi
Teuku Adifitrian, atau lebih dikenal sebagai Tompi lahir di Lhokseumawe, Aceh dan mengenyam masa kecilnya disana. Datang ke Jakarta pertama kali tahun 1997 untuk melanjutkan studinya di Universitas Indonesia fakultas Kedokteran. Kini pria berparas Indonesia Timur ini telah menyandang gelar dokter umum dan kini tengah menyelesaikan studi spesialisnya dengan bidang Bedah Plastik.
Sebagai kelahiran tanah serambi mekkah ini, Tompi memang memiliki kesenangan akan bidang tarik suara. Ia pun mendalami hobinya ini melalui berbagai sanggar tari di Aceh, dimana ia mempelajari tari sambil bernyanyi dan bermain gendang. Lalu hobi ini terus berlanjut ketika ia telah hijrah ke Jakarta.
Bermula dari kegiatan kegiatan kampus, Tompi mulai memberanikan diri untuk tampil bernyanyi. Dari sinilah olah vokalnya terus terbentuk melalui perjumpaannya dengan beberapa nama besar di bidang seni musik dan tarik suara seperti Bertha dan Tjut Deviana. Pengalaman pula yang akhirnya telah membawa warna suara dan musik pada Tompi yang sekarang ini.
Selain bernyanyi, Tompi juga mengembangkan dirinya untuk mencipta lagunya sendiri. Ia mulai mencipta beberapa lagunya sendiri pada waktu senggangnya dengan bantuan alat perekam kecil atau bahkan telepon genggamnya. Ia mengambil inspirasi pembuatan lagu dari suasana sekitarnya pada saat tersebut, atau juga pengalaman pribadi dari orang orang terdekatnya.
Setelah cukup lama malang melintang ‘ngamen’ dari satu acara ke acara lain, Tompi sekitar 3 tahun yang lalu mendapat tawaran untuk menjadi house band di The Bar, Four Season Hotel. Lalu perjalanan karirnya sebagai penyanyi profesional telah membawanya ke berbagai pengalaman, termasuk menjadi vokalis grup band CHEROKEE yang memberinya kesempatan untuk tampil di Singapore selama 3 hari berturut turut. Di Singapore ini Tompi diberi julukan sebagai SuperVocalist atau SuperSound oleh publik yang menonton pertunjukkannya selama 3 hari berturut turut di tanah Singapore itu.
Tak sampai di situ, Tompi pun berkesempatan bergabung dengan BALI LOUNGE sebagai vokalis, dimana band ini memiliki warna musik yang cenderung etnis modern. Kemampuan olah vokal Tompi pun banyak terasah di sini, sehingga kini Tompi memiliki warna suara yang sangat khas.
Setelah penempaan pribadinya tersebut, Tompi kini akhirnya memutuskan untuk membuat album solo yang direlease pada Juli 2005 berjudul album “T” . Materi yang dipergunakan dalam album ini sebagian besar merupakan kumpulan lagu lagu ciptaannya dulu. Walau tentunya diperkuat 3 lagu baru yaitu “Selalu Denganmu”, “I Will Teach You How To Dance”, “Dance With Me”.
Pembuatan album “T” ini terinspirasi dari pengalaman pribadi dan kumpulan cerita cerita teman-teman. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 15 hari dari mulai rekaman dan mastering di Jakarta dan mixing di Singapore. Lagu I Will Teach You How To Dance, diciptakan Tompi dalam waktu sepuluh menit sebelum take. Proses pembuatan album ini sendiri membawa kesan khusus bagi Tompi karena ia dibantu oleh musisi musisi terkenal seperti Louis Pragasm, juga oleh Marina Xavier yang menyumbangkan lirik lirik lagu berbahasa Inggris.
Juli 2005 ini, album “T” beredar di seluruh nusantara. Album yang berisikan 12 lagu yang terdiri dari 6 lagu berbahasa Indonesia dan 6 lagu berbahasa Inggris. Secara keseluruhan genre dari album ini adalah Pop Jazzy dengan mengusung warna suara Tompi yang khas dan iringan musik yang mengalun. Tompi mengatakan album ini memiliki pesan cinta yang sangat indah yang disajikan dalam berbagai mood baik itu suka, duka, ceria maupun sedih. Tompi pun berharap bahwa album solo pertamanya ini dapat diterima oleh semua kalangan baik itu pencinta musik jazz maupun pop tanah air.
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1427 H, Tompi meluncurkan kembali albumnya dengan desain cover yang baru. Berbeda dengan cover album yang diluncurkan pada tahun 2005 lalu. Album rohani ini menghadirkan sentuhan modern irama lounge namun tetap bernuansakan padang pasir yang sangat khas dan kental dengan suasana Ramadhan. Irama lounge yang Tompi hadirkan di album ‘soulful ramadhan’ ini bertujuan untuk menarik perhatian dari para segmen anak-anak muda dan memberikan semangat Ramadhan di bulan suci ini. Proses pembuatan ‘soulful ramadhan’ ini memakan waktu lebih kurang 2 minggu dari ide penciptaan sampai dengan mixing dan mastering. Kesepuluh lagu yang dihadirkan adalah kumpulan lagu-lagu baru yang 2 diantaranya berbahasa daerah Aceh (tanah asal kelahiran Tompi), yaitu ‘Doa untuk Aceh’ dan ‘Salam’. Kedua lagu tersebut diciptakan khusus oleh Tompi untuk membangkitan semangat rakyat Aceh yang belum genap setahun terkena musibah. Musisi-musisi yang turut berpartisipasi dalam album rohani ‘soulful ramadhan’ adalah Kevin Wahl, Ayi, Bibus, Yudhis, Bang Sa’ad, Michael Patto dan Bertha yang turut menyumbangkan 3 buah lagu di album tersebut. Hit single album ‘soulful ramadhan’ adalah track lagu no. 1 yaitu ‘Ramadhan Datang’ dan track lagu no. 3 yaitu ‘Muhammad Tlah Mengajarkan Kita’. Lagu-lagu dalam album ‘soulful ramadhan’ memang terkesan berbeda, dikarenakan sentuhan khas Tompi yang dalam 10 lagu religius bernuansa chill out. Tompi berharap album rohani dengan sentuhan berbeda kali ini dapat diterima baik oleh para pendengar.
Sukses album “T” (tahun 2005) dan album religi “Soulful Ramadhan” (tahun 2006), yang mengantarnya memperoleh nominasi dalam 2 kategori AMI Awards 2006, yaitu Kategori Karya Produksi Terbaik Bidang Rhytym & Blues dan Kategori Best of The Best Pendatang Baru Terbaik, kini Tompi hadir dengan album terbaru yang diberi judul Playful. Lagu yang menjadi hits dalam album ini berjudul “Salahkah” adalah sebuah lagu bernuansa pop yang bertemakan tentang cinta dan perselingkuhan.
Album ini berisikan 13 lagu, yaitu : Balonku, Lulu dan Siti, Salahkan, Jangan Engkau Ganggu Cintaku, Valentine Day, Engkaulah Satu-satunya, T Scat, Aku Tak Mau, Kekagumanku, I Am Falling In Love, Even If, Can You Feel My Music, Soft Shoe. Lagu-lagu dalam album ini hadir dengan tampilan musik yang beragam sehingga membuat album ini lebih berbeda.
Disini kita bisa melihat sisi kekanakan dari seorang Tompi, yang tercermin dengan adanya sebuah lagu anak-anak yang sudah dikenal orang secara umum yang berjudul “Balonku”. Yang membuatnya berbeda, lagu tersebut diaransemen ulang dan dijadikan lagu pembuka di album ini. Selain itu, dalam lagu “Kekagumanku” Tompi mengekspresikan kekagumannya pada sosok ibu dimana lagu tersebut memang ia dedikasikan untuk ibundanya tercinta. Walaupun ada beberapa lagu yang bertema serius, namun kebanyakan justru menggambarkan keceriaan dengan medium beat.
Secara keseluruhan dalam album ini, aransemen lagu diperkaya dengan aransemen vokal. Karakter vokal yang kuat dapat dirasakan di setiap lagu. Selain itu, Tompi mengfokuskan pada lirik-lirik yang sederhana dan bercerita seputar percintaan. Yang menarik adalah beberapa lagu dalam album ini diangkat dengan tema cinta komedi, seperti lagu “Lulu dan Siti” dan “Aku Tak Mau”.
Persiapan album ini memang memakan waktu yang cukup lama, karena dalam proses pembuatannya, Tompi berperan sebagai produser, penulis lagu, sekaligus penyanyi termasuk backing vokal yang dikerjakannya sendiri. Namun album ini juga melibatkan musisi-musisi muda berbakat seperti: Yudhis, Bibus, Ary, Ilyas dan Derry.
Disini Tompi mencoba mempresentasikan musiknya dengan memasukkan berbagai unsur musik tanpa menghilangkan ciri khasnya. Keinginan untuk bereksperimen dalam arti mengawinkan unsur-unsur musik Rock, Pop, Jazz, Funk, Hip-Hop dan Soul dapat dirasakan dalam album ini, seolah-olah seperti bermain-main dengan musik. Karena itulah, album ini diberi nama Playful.