Film Dengan Ide Cerita Hebat

Punk in Love

Punk in Love

Seminggu yang lalu saya menonton film Punk In Love yang banyak orang mengatakan bahwa film itu film yang bagus dan membuat kita ketawa terpingkal-pingkal sampai kita tidak kerasa kalau film itu telah usai. Karena saya merupakan salah satu penggemar film saya membuktikan semua perkataan itu dan menurut saya . . .

Film ini memiliki ide cerita yang bagus yaitu Arok seorang Punk yang mencari cintanya di Jakarta. Awal adegan dalam film ini yaitu ketika Arok yang diperankan oleh Vino G Sebastian mencoba untuk bunuh diri diatas gedung departeman agama. Usaha Arok untuk mencoba bunuh diri membuat kota Malang tempat dia tinggal heboh dan memintanya untuk turun. Setelah dibujuk oleh teman-temannya yaitu Yoji, Mojo, dan Almira akhirnya Arok mengurungkan niat untuk bunuh diri.

Arok mencoba bunuh diri karena Maya pujaan hatinya akan menikah dengan pria lain. Maya dulunya adalah teman satu genk dengan Arok, namun karena Maya ingin ke Jakarta dia meninggalkan teman-temannya yang berada di Malang. Saat Maya bersama dengan genknya, Arok tidak berani mengungkapkan rasa cintanya kepada Maya dan setelah Maya akan menikah Arok sangat menyesal dengan sikapnya itu. Jadi jika kalian semua suka, sayang sama seseorang yang langsung aja ungkapin ntar kayak si Arok lagi. :D :D

Atas saran dari Almira, Arok mencoba untuk menyusul Maya yang berada di Jakarta untuk mengungkapkan rasa sayangnya. Usaha Arok pun untuk menemui Maya tidaklah mudah. Banyak rintangan dan halangan mengadangnya, namun karena Arok ditemani oleh teman-temanya yang setia, solid, sehati dan selalu bersama Arok berhasil mewujudkan impiannya.

Yang paling menarik dari film ini adalah perjalanan yang ditempuh Arok dan kawan-kawan untuk menuju Jakarta. Adegan yang saya ingat adalah ketika Mojo yang diperankan oleh Yogi Finananda mencari tebengan untuk pergi ke Jakarta. Mojo mencari tebengan kepada kumpulan para supir truk yang sedang mengobrol di warung kopi. Saat itu Mojo mendapatkan tebengan dan dia lupa truk mana yang menuju Jakarta. Karena Mojo lupa dia asal tebak saja truk mana yang akan menuju ke Jakarta. Setelah perjalanan seharian mereka ternyata berada di Gunung Bromo.

Salah satu adegan Punk in Love

Salah satu adegan Punk in Love

Kehidupan mereka di Bromo tidaklah bagus. Mereka tidak memilki uang untuk makan dan mereka tidak tahu harus kemana untuk bisa sampai berada di Jakarta. Untuk melanjutkan kehidupan mereka, Yoji, Arok, Mojo dan Almira bekerja membersihkan warung dan mendapatkan makanan dan uang.

Setelah dari Bromo mereka kembali nyasar ke Cepu, Pati, Semarang, Cirebon dan akhirnya mereka bisa ke Jakarta. Perjalanan mereka ketika nyasar sangatlah menarik. Dari mulai Kebanjiran, kejar-kejaran dengan bis maut di sepanjang jalur Pantura, berantem dengan tukang sate sampai mereka bisa makan sate enak dengan uang hanya 3 ribu dan yang lainnya.

Setelah saya menuliskan bagusnya film ini saya juga ingin mengomentari hal yang jelek dari film ini biar saya juga tidak melakukan kesalahan yang sama ketika saya membuat sebuah film. Menurut saya secara keseluruhan film ini bagus namun karena saya bukan orang Jawa saya tidak mengerti dengan apa yang mereka (para aktor dan aktris) bicarakan. Kerana ada runing text saya bisa mengerti apa yang mereka bicarakan. Thank’s running text have help me. :D :D

Ada satu hal yang tidak akan saya lupakan ketika saya menonton film ini. Bukan karena film nya, namun karena kejadian setelah menontonm film ini. Pertama kalinya dan saya tidak mau mengulanginya sampai kapanpun saya kehilangan handphone LG kesayangan saya ditempat nonton. Saya baru menyadari hal itu ketika saya sudah mengantarkan pacar saya kerumahnya. Ketika saya meminta dompet ada, ketika saya meminta sarung tangan ada, ketika saya meminta hand phone tidak ada…

Dengan terpaksa dan tergesa-gesa saya kembali ke tempat nonton untuk menanyakan kehadiran hand phone kesayangan yang ada ditempat nonton. Ketika itu saya duduk di A18 dan pacar saya di A19. Pada saat film itu dimulai saya merasakan ada yang jatuh namun saya tidak mengeceknya karena saya kira yang jatuh itu tahu brintik kesukaan saya.

Singkat cerita saya ke 21 dan menanyakan kepada satpam. Atas perintah dari satpam saya harus menunggu film yang ada di teater 3 usai yaitu pukul 19.15. Setelah saya sholat dan berdoa agar HP saya kembali saya menunggu film usai. Ketika semua orang yang ada di dalam teater 3 itu keluar saya langsung masuk dan mengecek tempat duduk saya dan tau apa yang saya dapatkan??

Saya mendapatkan HP kesayangan saya kembali yang tergeletak tak berdaya dan tanpa perhatian diujung belakang kursi tempat pacar saya duduk. Setelah saya menandatangi Berita Acara Perkara di kantor satpam dan ada kesalah pahaman kalau saya akan memberi uang rokok kepada satpam -ge er banget tuh satpam aku aza bingung banget ngisi bensin gimana malah dia ngom kalau jangan ngasih uang rokok- saya pulang dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun dan yang saya sayangkan adalah TIDAK MENONTON PLAY OFF GARUDA… Agh.

    • baskoro suryo pratomo
    • Juli 4th, 2010

    punk in love………… keren abis….

  1. udah nonton..
    seru juga, kocak filmny, apalgi pas adegan awalny tuh yang si arok mau bunuh diri asli gw ngakak, ketika si arok gk jadi bunuh diri eh malah yang bunuh diri yang mau nyelametin si arok satpam departemenya…ihihhi

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: